Connect with us

DPR

Masuknya RUU EBT ke dalam Prolegnas 2021, Bentuk Kontribusi Parlemen Tanggulangi Krisis Iklim

Diterbitkan

Pada

Masuknya RUU EBT ke dalam Prolegnas 2021, Bentuk Kontribusi Parlemen Tanggulangi Krisis Iklim
Anggota Komisi VII DPR Dyah Roro Esti (ist/net)

Realitarakyat.com – Ketua Kaukus Ekonomi Hijau DPR, Mercy Barends, menegaskan bahwa parlemen Indonesia memiliki kepedulian terhadap upaya mengatasi perubahan iklim, mengurangi dampaknya, seerta upaya melestarikan lingkungan dalam rangka menciptakan ekonomi hijau (green economiy).

Menurut dia, legislatif Indonesia telah melakukan sejumlah langkah dalam mendukung terwujudnya green economy. Salah satunya terkait Rancangan Undang-Undang Energi Baru Terbarukan (RUU EBT) yang telah masuk dalam Prolegnas 2021.

“RUU Energi Baru Terbarukan yang telah masuk dalam Prolegnas 2021 merupakan salah satu upaya konkret dalam kontribusinya menanggulangi krisis iklim ini,” ujar anggota Komisi VII DPR RI ini.

Sementara itu, Mercy juga mengatakan bahwa sejumlah anggota parlemen Indonesia turut bersuara dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perubahan Iklim yang digagas Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, secara virtual pada 22-23 April 2021.

Anggota Komisi VII DPR, Dyah Roro Esti, turut hadir pada side event KTT Perubahan Iklim, yang diselenggarakan US-Asia Institute (USAI) dan Air Quality Asia (AQA) bersama anggota parlemen berbagai negara termasuk AS, Pakistan, India, Afrika Selatan, Moroko, dan Filipina.

Acara yang mengangkat tema “Tackling The Climate Crises: Transitioning to a Global Green Economy” itu membahas bagaimana Green New Deal AS dan Undang-Undang Ekonomi Hijau serupa di negara lain, memberikan peluang utama mengatasi perubahan iklim, mengurangi dampak buruknya, dan melestarikan lingkungan seraya membangun pertumbuhan ekonomi dunia.

Dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, Roro Esti, yang juga Sekretaris Kaukus Ekonomi Hijau DPR, berpendapat partisipasi 40 kepala negara dalam KTT Perubahan Iklim beserta kebijakan-kebijakan ramah lingkungan yang telah dihasilkan tujuh negara yang hadir pada pertemuan virtual itu, sudah menunjukkan adanya komitmen politik (political will).

Menurut dia, hal terpenting selanjutnya adalah kemampuan para pemimpin memonitor implementasi kebijakan-kebijakan tersebut.

Dalam pertemuan yang sama, anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Satya Widya Yudha menyampaikan sejumlah langkah dan target serta capaian Indonesia dalam menyikapi krisis iklim dunia, khususnya pada sektor energi.

Ia mengingatkan ketika berbicara pengurangan emisi karbon pada sektor energi, maka hal tersebut mengacu terhadap dua kebijakan yaitu UU No 16 Tahun 2016 tentang Perjanjian Paris atas Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai Perubahan Iklim dan realisasi Sustainable Development Goals (SDGs).

Satya juga menjelaskan bahwa transisi energi melalui pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT) merupakan salah satu upaya konkriet merealisasikan kebijakan tersebut.

Menurut dia, pencapaian bauran EBT 23 persen pada 2025, memerlukan pemantauan daerah melalui pembentukan Rencana Umum Energi Daerah (RUED), agar potensi EBT masing-masing daerah dapat dimaksimalkan.

Presiden AS Joe Biden mengambil langkah pada awal menjabat dengan mengembalikan komitmen negaranya pada Perjanjian Paris (Paris Agreement).

Biden mengundang 40 pemimpin dunia hadir dalam The Leaders Summit on Climate atau Konferensi Tingkat Tinggi Perubahan Iklim yang dilakukan secara virtual dan disiarkan langsung untuk publik.

Pembahasan dalam pertemuan ini berfokus pada urgensi dan manfaat ekonomi dari tindakan iklim yang lebih kuat.

Acara ini juga menjadi tonggak penting menuju Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (COP26) pada November 2021 di Glasgow, Skotlandia. (ndi)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DPR

Sukamta: Waspadai Tujuan Dibalik Kapal-Kapal Perang China Geruduk Indonesia

Diterbitkan

Pada

Sukamta: Waspadai Tujuan Dibalik Kapal-Kapal Perang China Geruduk Indonesia
Baca Berita

DPR

Gus AMI: Peran Diplomasi Indonesia dalam Konflik Palestina-Israel Perlu Dikedepankan

Diterbitkan

Pada

Gus AMI: Peran Diplomasi Indonesia dalam Konflik Palestina-Israel Perlu Dikedepankan
Baca Berita

DPR

Legislator PKS: Doa Qunut Nazilah Salah Satu pilihan Rasional Bantu Perjuangan Rakyat Palestina

Diterbitkan

Pada

Legislator PKS: Doa Qunut Nazilah Salah Satu pilihan Rasional Bantu Perjuangan Rakyat Palestina
Baca Berita
Loading...