Connect with us

Hukum

Majelis Hakim Lanjutkan Sidang Kasus Kerumunan Habib Rizieq Kamis 22 April Mendatang

Diterbitkan

Pada

Majelis Hakim Lanjutkan Sidang Kasus Kerumunan Habib Rizieq Kamis 22 April Mendatang
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Sidang kasus kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat dan Megamendung, Bogor dengan terdakwa mantan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab dilanjutkan Kamis (22/4/2021) mendatang.

Agenda sidang selanjutnya masih mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan oleh jaksa penuntut umum (JPU).

“Kalau masih ada saksi nanti lanjut hari Kamis tanggal 22 April. Mengenai perkara 221, 222 ini enggak kuat lagi kita, ini butuh istirahat soalnya bulan puasa ini gitu ya. Kita juga perlu ada ibadah ya yang lain juga,” kata Majelis Hakim Suparman Nyompa di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (19/4/2021).

Hakim Suparman sempat bertanya kepada jaka terkait saksi yang akan dihadirkan pada sidang berikutnya.

Jaksa berencana menghadirkan lima orang saksi pada Kamis mendatang. Meski demikian, jaksa tak menyebutkan siapa saja saksi yang akan dihadirkan.

“Ada lima saksi majelis,” kata jaksa.

Hakim tak mempersoalkan apabila jaksa belum siap untuk membeberkan nama-nama saksi yang akan dihadirkan. Ia lantas menutup sidang dan mempersilakan Rizieq kembali ke rumah tahanan.

“Jadi sidang akan dibuka kembali hari Kamis tanggal 22 April 2021, sidang ditutup,” ujarnya.

Dalam sidang Senin (19/4), jaksa menghadirkan empat saksi. Mereka di antaranya Kasatpol PP Kabupaten Bogor, Agus Ridhallah; Kabid Ketertiban Umum Satpol PP Kabupaten Bogor, Teguh Sugiarto; Satpol PP Kecamatan Megamendung, Iwan Relawan dan Camat Megamendung, Endi Rismawan.

Kepala Satpol PP Kabupaten Bogor, Agus Ridhallah menyatakan bahwa kegiatan yang digelar Habib Rizieq di Megamendung, Bogor telah melanggar protokol kesehatan pencegahan virus corona (Covid-19).

Kegiatan di Megamendung kala itu dalam rangka penyambutan Habib Rizieq sekaligus peletakan batu pertama Pondok Pesantren Argokultural Markaz Syariat pertengahan November 2020.

“Saat rapat dibahas, yang jelas di situ disebutkan ada pelanggaran prokes. Pada saat itu menyepakati ini akan dibawa ke kepolisian,” kata Agus saat bersaksi di PN Jaktim, Senin (21/4).

Sementara Camat Megamendung, Kabupaten Bogor, Endi Rismawan mengatakan hanya ada penambahan 1 kasus positif Covid-19 di wilayahnya usai terjadi kerumunan saat kedatangan Habib Rizieq saat itu.

Satu kasus positif tersebut merupakan hasil tes swab PCR yang dilakukan di tingkat Kecamatan Megamendung. Sebelumnya, rapid test tingkat kecamatan Megamendung juga dilakukan dan mendapati 20 orang reaktif.

“Tingkat kecamatan yang lakukan rapid test. Itu ada 20 yang reaktif. Tapi setelah di PCR hanya 1 orang yang positif,” kata Endi.[prs]

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum

Terkait Bansos yang Dikorupsi, Mahfud MD: Itu Sudah Diselesaikan Secara Hukum

Diterbitkan

Pada

Penulis

Terkait Bansos yang Dikorupsi, Mahfud MD: Itu Sudah Diselesaikan Secara Hukum
Baca Berita

Headline

Minta Bantuan Masyarakat, KPK Pastikan Pencarian Harun Masiku Masih Terus Berlanjut Sampai Ketemu

Diterbitkan

Pada

Penulis

Minta Bantuan Masyarakat, KPK Pastikan Pencarian Harun Masiku Masih Terus Berlanjut Sampai Ketemu
Baca Berita

Headline

Pakar: Laporan Terhadap ICW Bukan Pilihan Utama

Diterbitkan

Pada

Pakar: Laporan Terhadap ICW Bukan Pilihan Utama
Baca Berita
Loading...