Connect with us

Hukum

KPK Evaluasi Pengawasan Pasca Barang Bukti Emas 1,9 Kilogram Dicuri

Diterbitkan

Pada

Plt Juru Bicara KPK Bidang Pencegahan, Ipi Maryati Kuding (ist/net)
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengevaluasi sistem pengawasan dan prosedur operasional kerja setelah seorang pegawainya berinisial IGAS terbukti mencuri emas 1,9 kilogram yang merupakan barang rampasan perkara korupsi.

“Peristiwa ini tentu menjadi evaluasi bagi KPK. Meskipun saat ini seluruh proses bisnis di KPK sudah terbangun dalam sistem yang baik, selalu ada ruang perbaikan untuk memperkuat baik dari sisi pengawasan maupun perbaikan prosedur operasional kerja,” kata Plt Juru Bicara KPK Bidang Pencegahan, Ipi Maryati Kuding, dalam keterangan persnya, Kamis (8/4/2021).

Diketahui, Dewas KPK pada Kamis ini telah membacakan putusan terhadap hasil pemeriksaan terhadap pelanggaran kode etik yang dilakukan IGAS tersebut dengan memberhentikan yang bersangkutan dengan tidak hormat.

IGAS merupakan anggota satuan tugas (satgas) yang ditugaskan menyimpan dan mengelola barang bukti pada Direktorat Labuksi KPK.

Ia mencuri barang bukti emas yang merupakan barang rampasan negara dari perkara korupsi Yaya Purnomo.

Ipi menyatakan, KPK menyadari apa yang dilakukan oleh pelaku merupakan kesalahan dan telah merusak reputasi KPK. Namun KPK memilih untuk membukanya sehingga menjadi pelajaran bersama dan merupakan tanggung jawab KPK untuk menyampaikan kebenaran dengan jujur dan terbuka.

Menurutnya, KPK tegas memproses semua pelanggaran etik melalui dewas. Hal itu menunjukkan komitmen dan keseriusan KPK menjaga integritas, harkat, dan martabat insan KPK juga sebagai upaya menjaga amanah dan harapan masyarakat Indonesia kepada KPK.

“Apa yang kami sampaikan dalam konferensi pers hari ini merupakan komitmen kami untuk menjaga harapan publik kepada KPK dengan tetap memegang teguh nilai-nilai integritas, kejujuran, keberanian, keadilan, dan transparansi,” tuturnya.

Peristiwa itu, kata dia, bisa diketahui dan diproses karena mekanisme kontrol di internal KPK berfungsi baik lantaran dibangun budaya untuk saling mengingatkan dan mengawasi.

Ia menegaskan penegakan etik dan pedoman perilaku terhadap insan KPK oleh dewas tersebut juga membuktikan KPK tidak hanya berani memproses pelaku ko​​​​​​​rupsi tetapi juga menegakkan aturan internal.

“Terkait pelaporan dugaan tindak pidana yang sudah kami sampaikan kepada penegak hukum terkait, KPK berkomitmen untuk mendukung dan kami tidak bermaksud untuk mendahului hasil pemeriksaan apakah perbuatan pelaku adalah pencurian, penggelapan jabatan atau perbuatan lainnya. Kami akan menunggu hasil pemeriksaan kepolisian,” ucapnya.

Kemudian mengenai barang bukti tersebut, ia menyatakan saat ini berada dalam pengelolaan KPK untuk proses lelang yang akan dilakukan.

“KPK pastikan prosesnya tidak terkendala akibat peristiwa ini,” kata Ipi. (ndi)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum

Kata Polisi, Pelaku Bakar Mimbar Masjid Karena Sakit Hati

Diterbitkan

Pada

Penulis

Baca Berita

Hukum

Komnas HAM: Ada Masalah Serius dalam Kontak Senjata TNI-Polri dengan OPM di Kiwirok

Diterbitkan

Pada

Penulis

Baca Berita

Hukum

Mahfud Minta Polisi Tak Tetapkan Pelaku Pembakar Mimbar Masjid di Makassar Sebagai Orang Gila

Diterbitkan

Pada

Penulis

Menko Polhukam Mahfud Md/Net
Baca Berita
Loading...