Connect with us

DPR

Komisi III Desak Kemenkumham Tindak Sipir yang Terlibat Peredaran Narkoba

Diterbitkan

Pada

Komisi III Desak Kemenkumham Tindak Sipir yang Terlibat Peredaran Narkoba
Anggota Komisi III, Andi Rio Idris Padjalangi (ist/net)

Realitarakyat.com – Anggota Komisi III, Andi Rio Idris Padjalangi, meminta Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) menindak dan memberikan sanksi tegas kepada petugas sipir yang terlibat dalam peredaran narkoba dari dalam lapas.

“Kemenkumham harus evaluasi secara besar di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) setelah terbongkarnya kasus narkoba 2,5 ton sabu senilai Rp1,2 triliun yang di kendalikan oleh narapidana dari dalam Lapas,” kata Andi Rio, di Jakarta, Jumat (30/4/2021).

Andi Rio menilai jangan sampai sipir tergoda dan terbuai dengan rayuan para narapidana yang hendak melakukan peredaran narkoba dari dalam lapas dengan iming-iming bayaran yang cukup signifikan.

Menurut dia, Kemenkumham harus berbenah diri, dan segera mengevaluasi secara menyeluruh terhadap Lapas di berbagai wilayah, lakukan inovasi dan terobosan dengan mengikuti perkembangan zaman dan teknologi.

“Saya sering mengingatkan di dalam rapat Komisi III mengenai bahaya narkoba saat ini yang beredar dan dikendalikan dari dalam Lapas,” ujarnya.

Politisi Partai Golkar itu berharap Kemenkumham harus dapat melihat masalah tersebut secara rinci karena ada celah kelemahan yang dimanfaatkan para tahanan dalam mengedarkan dan mengendalikan narkoba dari dalam lapas.

Menurut dia, pengawasan harus lebih secara ketat seperti periksa setiap sudut ruangan tahanan narapidana, jangan sampai ada yang masih memegang atau menggunakan alat komunikasi.

“Gunakan kamera pengawas atau ‘CCTV’, namun jangan hanya sekedar pajangan semata dan tidak berfungsi nantinya,” katanya.

Sebelumnya, Polri mengungkap kasus peredaran gelap Narkotika jenis sabu-sabu seberat 2,5 ton dari jaringan internasional.

Listyo Sigit Prabowo menyatakan jika kasus narkotika seberat 2,5 ton tersebut dikendalikan dari dalam lembaga pemasyarakatan (Lapas).

“Dimana ada tersangka atas inisial KMK, AW, AG, A, MI, dan AL yang merupakan terpidana di lapas dengan hukuman di atas 10 tahun dan hukuman mati,” ujarnya.

Polri mengungkap kasus peredaran gelap Narkotika jenis sabu-sabu seberat 2,5 ton dari jaringan internasional, setelah bekerjasama dengan Dirjen Bea dan cukai Kementerian Keuangan, Drug Enforcement Administration (DEA) dan Dirjen Pemasyarakatan Kemenkumham.

Sebanyak 18 tersangka yang ditangkap, dimana 17 orang merupakan warga negara Indonesia dan satu warga Nigeria. Satu tersangka WNI dilakukan penembakan.

Tujuh orang tersangka merupakan jaringan pengendali, delapan orang sebagai jaringan transporter dan tiga orang sebagai jaringan pemesan.(ndi)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DPR

DPR Minta KPK Tak Berhentikan Pegawai yang Tak lolos TWK

Diterbitkan

Pada

Penulis

DPR Minta KPK Tak Berhentikan Pegawai yang Tak lolos TWK
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Pangeran Khairul Saleh (ist/net)
Baca Berita

DPR

Ketua DPR Sebut Idul Fitri Momentum Kuatkan Solidaritas di Tengah Pandemi

Diterbitkan

Pada

Penulis

Ketua DPR Sebut Idul Fitri Momentum Kuatkan Solidaritas di Tengah Pandemi
Ketua DPR RI Puan Maharani (ist/net)
Baca Berita

DPR

DPR Minta Pemerintah Tumpas Habis Jaringan MIT Poso

Diterbitkan

Pada

DPR Minta Pemerintah Tumpas Habis Jaringan MIT Poso
Baca Berita
Loading...