Connect with us

Ekonomi

KKP Optimistis Indonesia Jadi Eksportir Ikan Hias Terbesar Dunia

Diterbitkan

Pada

KKP Optimistis Indonesia Jadi Eksportir Ikan Hias Terbesar Dunia
Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP Artati Widiarti (ist/net)

Realitarakyat.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) optimistis Indonesia dapat menjadi negara pengekspor komoditas ikan hias nomor satu dunia, dari posisi saat ini di peringkat keempat setelah Jepang, Singapura, dan Spanyol.

“Bicara soal keyakinan, insya Allah, Indonesia akan menjadi negara pengekspor ikan hias nomor satu di dunia,” kata Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP Artati Widiarti, di Jakarta, Rabu (21/4/2021).

Menurut dia, pihaknya telah menyiapkan peta jalan guna guna mempercepat pengembangan industri ikan hias secara nasional, mulai dari hulu hingga ke hilir.

Artati menambahkan dalam RPJMN 2020-2024 juga terdapat strategi pembangunan ikan hias seperti peningkatan produksi dan mutu, perdagangan dan promosi, konservasi spesies dan habitat ikan endemik, keterpaduan data dan informasi, serta sosialisasi dan edukasi publik.

Ia berpendapat bahwa standar, regulasi teknis, dan penilaian kesesuaian juga berperan penting dalam peningkatan daya saing serta nilai tambah pada pelaksanaan strategi tersebut.

“Kami memiliki peran strategis tak hanya untuk menyiasati peluang pasar baru dan promosi, namun juga untuk lebih memacu dan meningkatkan pangsa pasar ikan hias Indonesia di dunia internasional,” ujar Artati.

Sementara itu, Direktur Pemasaran Ditjen PDSPKP KKP Machmud memaparkan nilai transaksi ikan hias global secara umum mencapai 6,8 miliar dolar AS pada 2019.

Angka itu, ujar dia, termasuk untuk transaksi sarana pendukung seperti tanaman hias, pakan, akuarium, dan lain sebagainya. Merujuk globenewswire.com, angka tersebut diprediksi akan naik terus menjadi 11,3 miliar dolar AS pada 2025.

“Ini peluang untuk kita meningkatkan ekspor, jadi orang sudah cenderung menikmati ikan hias sebagai upaya menyalurkan hobi dan kesehatan,” ujar Machmud.

Ia mengungkapkan berdasarkan penggunaannya, pasar global ikan hias tersegmentasi pada residensial (perumahan) dan komersial.

Segmen perumahan mendominasi pasar global seiring meningkatnya populasi masyarakat yang tinggal di daerah urban. Sebagai contoh, di Inggris terdapat empat juta rumah tangga atau sekitar 14 persen dari total populasi yang memelihara ikan hias.

Ke depan, Machmud mengutarakan harapannya agar segmen komersial juga bisa meningkat seiring peningkatan penggunaan akuarium sebagai dekorasi di hotel, restoran, pusat perbelanjaan dan kompleks perkantoran.

Berdasarkan data KKP, dalam beberapa tahun terakhir produksi ikan hias nasional terus mengalami peningkatan dari 1,19 miliar ekor pada 2017 menjadi 1,22 miliar ekor pada 2018. Kemudian tumbuh menjadi 1,68 miliar ekor dengan nilai mencapai Rp19,81 triliun pada 2019.

Adapun lima negara utama tujuan ekspor ikan hias Indonesia adalah Tiongkok, Amerika Serikat, Rusia, Kanada, dan Singapura.

Berdasarkan angka sementara Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP, nilai ekspor ikan hias Indonesia pada periode Januari-Maret 2021 mencapai 9,2 juta dolar AS. Capaian ini menjadi yang paling besar dibanding empat tahun terakhir pada periode yang sama. (ndi)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Daerah

Pemerintah Pusat Bangun 10 Jembatan Senilai Rp300 Miliar di NTT

Diterbitkan

Pada

Penulis

Pemerintah Pusat Bangun 10 Jembatan Senilai Rp300 Miliar di NTT
ilustrasi (ist/net)
Baca Berita

Headline

Sumatera Utara Surplus Beras 325.587 Ton

Diterbitkan

Pada

Penulis

Sumatera Utara Surplus Beras 325.587 Ton
ilustrasi (ist/net)
Baca Berita

DPR

Puan Minta Larangan Mudik Tak Ganggu Distribusi Logistik Lebaran

Diterbitkan

Pada

Penulis

Puan Minta Larangan Mudik Tak Ganggu Distribusi Logistik Lebaran
Ketua DPR RI, Puan Maharani (ist/net)
Baca Berita
Loading...