Connect with us

Kesehatan

Ketua Satgas Kembali Jelaskan Soal Alasan Larangan Mudik

Diterbitkan

Pada

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Doni Monardo (ist/net)
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Doni Monardo kembali menegaskan pentingnya masyarakat tidak mudik Lebaran sebagai bagian melindungi keluarga dari potensi penularan virus corona jenis baru tersebut.

“COVID-19 belum berakhir, lindungi keluarga, jangan mudik dulu!,” ujar dia, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (25/4/2021).

Dia mengatakan masyarakat harus belajar dari beberapa pengalaman libur panjang atau mudik, di mana angka kasus konfirmasi positif COVID-19 mengalami kenaikan.

“Fenomena ini yang harus dihindari bersama jelang Hari Raya Idul Fitri,” katanya.

Di samping itu, katanya, lonjakan kasus di India yang bak tsunami harus menjadi cerminan bahwa penerapan protokol kesehatan harus terus diterapkan.

Pun demikian, kata dia, dengan segala keputusan pemerintah yang mesti dipatuhi oleh semua orang.

Doni tak ingin lonjakan kasus di India terjadi di Indonesia. Data WHO mencatat lebih dari 16 juta kasus konfirmasi positif di India saat ini, dengan angka kematian mencapai lebih dari 180 ribu orang.

Dengan lonjakan kasus tersebut, katanya, membuat rumah sakit kewalahan bahkan sudah menolak banyak pasien akibat terbatasnya ketersediaan ruangan.

Kondisi ini, kata dia, tentu bakal berpengaruh pada jatuhnya korban meninggal dunia apabila memiliki gejala berat dan tak tertangani.

Doni mengatakan sebanyak apa pun tempat tidur, RS, bahkan tenaga kesehatan di Indonesia, tidak akan pernah cukup jika terjadi lonjakan kasus yang disebabkan oleh penularan penduduk yang bepergian secara masif

“Kenapa tidak boleh mudik karena manusia menjadi perantara membawa virus COVID dari satu daerah ke daerah lainnya,” kata dia.

Di satu sisi, katanya, kendati vaksinasi tengah berjalan, bukan berarti bisa dirayakan dengan euforia dan abai protokol kesehatan.

Ia menjelaskan penularan COVID-19 masih terjadi dan rata-rata memakan empat nyawa setiap jam.

“Terutama saudara-saudara kita yang sudah lanjut usia, kakek, nenek, bahkan orang tua kita. Jangan sampai kita menjadi pembawa virus mematikan ke kampung halaman pada Lebaran ini,” kata dia.

Perkembangan data per Minggu, pukul 12.00 WIB, kenaikan kasus konfirmasi positif COVID-19 sejumlah 4.402 kasus. Total kasus konfirmasi hingga Minggu mencapai 1.641.194 kasus, sedangkan total kasus meninggal 44.594 orang. (ndi)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Headline

Jumlah Penerima Vaksin COVID-19 Dosis Kedua di Indonesia Capai 49,6 Juta Orang

Diterbitkan

Pada

Penulis

ilustrasi (ist/net)
Baca Berita

Kesehatan

India Izinkan Uji Coba Vaksin Novavax untuk Anak Usia 7-11 Tahun

Diterbitkan

Pada

Penulis

ilustrasi (ist/net)
Baca Berita

Kesehatan

Dinilai Berisiko Tulari Anak-anak, Menko PMK Khawatirkan Tingginya Kasus TBC di Indonesia

Diterbitkan

Pada

Penulis

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy (ist/net)
Baca Berita
Loading...