Connect with us

Hukum

Kepolisian Akhirnya Menetapkan Enam Tersangka Dalam Kasus TPPU ‘EDC Cash’

Diterbitkan

Pada

Kepolisian Akhirnya Menetapkan Enam Tersangka Dalam Kasus TPPU 'EDC Cash'

Realitarakyat.com – Kepolisian Republik Indonesia telah menangkap enam kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) melalui aplikasi EDCCASH. Keenamnya berinisial AY, S, JBA, ED, AWH, dan MRS.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Brigjen Helmy Santika mengatakan, para tersangka sudah beraksi sejak 2018. Sejak dilaunching, sebanyak 57.000 anggota telah bergabung.

“Awalnya para pelaku ini mengikuti webinar cash. Pelaku AY kemudian mengajak beberapa rekannya untuk membuat aplikasi yang serupa,” kata Helmy di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (22/4/2021).

Modusnya, kata Helmy, AY bersama lima tersangka lain menawarkan transfer Rp5 juta yang akan dikonversikan menjadi koin senilai 200 koin senilai Rp4 juta, Rp300 sewa cloud, dan Rp700 untuk upline.

Kemudian, lanjutnya, nasabah disuruh diam tetapi tetap mendapatkan keuntungan 0,5% sehari atau 15% per bulan.

“Kalau aktif mendapat 35 koin. Kalau tidak ada yang beli, si tingkat atas yang akan membeli,” ujarnya.

Helmy menyampaikan pihaknya bahkan menemukan bukti adanya rencana pembuatan Bank Rakyat oleh para pelaku. Oleh sebab itu, Bareskrim membuka posko pengaduan bagi masyarakat yang menjadi korban.

Penangkap para pelaku, penyidik ​​menyita barang bukti berupa SHM tanah, akta jual beli dan surat pemesanan kavling, uang pecahan rupiah, EURO, dollar Hongkong, dollar Zimbabwe, rial Iran, pound Mesir, logam mulia, laptop dan hardisk , telepon genggam, tas, sepatu, jaket dan jam tangan merk bermerek, buku tabungan dan kartu ATM, kartu NPWP, dan token bank, 21 Kendaraan roda empat dan lima kendaraan kendaraan roda dua, serta dokumen.

Polisi juga menemukan empat pucuk senjata api dan senjata tajam saat penggeledahan milik tersangka AY.

“Saat digeledah ditemukan senpi dan sajam yang mengaku sebagai milik tersangka AY,” tuturnya.

Tersangka AY, lanjut Helmy, memiliki empat orang ajudan yang juga dibekali senpi hingga sajam. Namun, seluruh senpi itu akan dilakukan pemeriksaan guna siaga apakah termasuk dalam senpi ilegal atau rakitan.

“Para tersangka dikenakan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951,” tandasnya.(Din)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum

Kepolisian Menemukan Ada Unsur Pidana Dalam Kasus Ledakan Mercun di Kebumen

Diterbitkan

Pada

Kepolisian Menemukan Ada Unsur Pidana Dalam Kasus Ledakan Mercun di Kebumen
Baca Berita

Headline

Umar Patek Terpinada Kasus Bom Bali Dapat Remisi

Diterbitkan

Pada

Umar Patek Terpinada Kasus Bom Bali Dapat Remisi
Baca Berita

DPD

Ketua DPD Kutuk Aksi Pembunuhan Empat Warga di Poso

Diterbitkan

Pada

Penulis

Ketua DPD Kutuk Aksi Pembunuhan Empat Warga di Poso
Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti (ist/net)
Baca Berita
Loading...