Connect with us

Daerah

Kementerian PUPR Siapkan Relokasi Rumah Warga Terdampak Longsor di NTT

Diterbitkan

Pada

Kementerian PUPR Siapkan Relokasi Rumah Warga Terdampak Longsor di NTT
ilustrasi (ist/net)
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bergerak cepat menyiapkan relokasi rumah bagi warga yang terdampak bencana longor di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ketua Satgas Penanganan Bencana Kementerian PUPR di NTT dan NTB Widiarto mengatakan Kementerian PUPR telah menurunkan tim ke Adonara dan Lembata untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat setempat.

“Relokasi perlu dilakukan karena lokasi permukiman warga terdampak bencana saat ini berada di jalur debris aliran sungai yang sudah dipenuhi bebatuan, sehingga risikonya sangat tinggi jika kembali tinggal di sana,” ujar Widiarto, dalam keterangan resminya, Minggu (11/4/2021).

Berdasarkan informasi sementara, untuk di Adonara sudah ada dua alternatif lokasi yang disiapkan, sedangkan di Lembata juga sudah siap tanah Pemda, namun lokasinya akan dikomunikasikan dengan masyarakat setempat.

“Kami akan terus melakukan komunikasi dengan masyarakat setempat, karena memindahkan tempat tinggal juga harus menangani masalah sosial bukan hanya masalah teknis saja, di mana salah satu syaratnya lokasinya harus aman dari risiko bencana,” kata Widiarto.

Menurut Widiarto akan dibangun sebanyak 1.000 unit Risha (Rumah Instan Sederhana Sehat), yakni di Lembata sebanyak 700 unit dan Adonara sebanyak 300 unit. Namun perkembangan pasti angkanya akan terus berkembang setelah survei detail dengan Pemda dan masyarakat setempat.

Dia memperkirakan, jika lahan sudah siap tersedia, pembangunan fisiknya kira-kira akan dapat selesai dalam waktu 4 bulan karena pembangunannya tidak begitu sulit dengan metode knock down Risha yang sudah ada.

Selain menyiapkan langkah percepatan relokasi permukiman warga terdampak, Kementeria PUPR terus membantu penanganan darurat bencana banjir bandang di Adonara dan Lembata di Provinsi NTT.

Saat ini di 2 wilayah terdampak tersebut telah dioperasikan sebanyak 23 unit Excavator, 24 unit Dump Truck, 3 unit loader, 1 unit grader, dan BBM 5.000 liter. (ndi)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Daerah

Papua Dapat Bantuan 50 Unit Konsentrator Oksigen dari Kemenko Perekonomian

Diterbitkan

Pada

Penulis

Papua Dapat Bantuan 50 Unit Konsentrator Oksigen dari Kemenko Perekonomian
Ketua Harian Satgas Pencegahan dan Penanganan COVID-19 Provinsi Papua Welliam R. Manderi (ist/net)
Baca Berita

Daerah

BBKSDA Papua Terima Translokasi Satwa dari Jakarta dan Jogyakarta

Diterbitkan

Pada

Penulis

BBKSDA Papua Terima Translokasi Satwa dari Jakarta dan Jogyakarta
Kepala BBKSDA Papua Edward Sembiring (ist/net)
Baca Berita

Daerah

Resmi Beroperasi, Tol Listrik Flores Habiskan Biaya Rp1,1 Triliun

Diterbitkan

Pada

Resmi Beroperasi, Tol Listrik Flores Habiskan Biaya Rp1,1 Triliun
Baca Berita
Loading...