Connect with us

Daerah

Kemenkumham Pastikan WNA Viral Lukis Masker di Wajah Tak Langgar Keimigrasian

Diterbitkan

Pada

Kemenkumham Pastikan WNA Viral Lukis Masker di Wajah Tak Langgar Keimigrasian
ilustrasi (ist/net)

Realitarakyat.com – Kepala Kantor Wilayah KemenkumHAM Bali Jamaruli Manihuruk mengatakan, warga negara asing asal Rusia yang viral melukis wajah seolah-olah seperti pakai masker, tidak ada ditemukan melakukan pelanggaran keimigrasian.

“Kami sudah menemukan yang bersangkutan dan kami ingin memastikan kesalahan tersebut. Karena ini negara hukum dan harus ditindaklanjuti sesuai dengan hukum, di satu sisi bahwa dari yang bersangkutan itu tidak ditemukan ada pelanggaran keimigrasian,” kata Manihuruk, dalam keterangan persnya, di Denpasar, Bali, Rabu (21/4/2021).

Ia mengatakan bukan hanya pelanggaran keimigrasian yang harus ditegakkan tetapi juga pelanggaran lainnya yang harus ditegakkan.

“Untuk itu, saat ini kami sedang berkoordinasi dengan Kepolisian, Satpol PP, Satgas COVID dan juga instansi lainnya yang terlibat dalam razia selama belakangan ini,” katanya.

Selama ini, kami telah melakukan razia belasan kali dan ada 120 orang asing yang ditindak dan didenda terkait pelanggaran protokol kesehatan.

Sementara itu, Kepala Sub Bagian Humas dan Reformasi Kantor Wilayah Kemenkumham Bali I Putu Surya Dharma mengatakan viralnya warga asing yang melukis masker di wajahnya, dari KemenkumHAM Bali telah melakukan penertiban.

Ia mengatakan karena peristiwa ini sesungguhnya bukan pelanggaran keimigrasian dan dalam penertibannya juga melibatkan instansi lain seperti Polisi, TNI dan Satpol PP

“Dari razia ke beberapa tempat pada untuk penegakan prokes pada Selasa lalu, telah ditertibkan atau pemberian sanksi kepada 22 WNI dan 19 WNA. Sesuai dengan Pergub Nomor 10 tahun 2021 di sana ada keterlibatan imigrasi, yaitu ketika orang asing pertama kali melanggar prokes itu bisa didenda Rp1 juta jika melanggar atau tidak menaati protokol kesehatan, termasuk di antaranya tidak menggunakan masker,” jelasnya.

Jika melakukan pelanggaran protokol kesehatan untuk kedua kalinya maka orang asing tersebut bisa dideportasi dari Indonesia, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (ndi/ant)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Daerah

Pengamat Politik : Sejumlan Tokoh Islam Layak Menjadi Capres

Diterbitkan

Pada

Penulis

Pengamat Politik : Sejumlan Tokoh Islam Layak Menjadi Capres
Baca Berita

Daerah

Plt Wali Kota Tanjungbalai Bersama Forkopimda Tinjau Tiga Pos Pengamanan Idul Fitri 

Diterbitkan

Pada

Penulis

Plt Wali Kota Tanjungbalai Bersama Forkopimda Tinjau Tiga Pos Pengamanan Idul Fitri 
Baca Berita

Daerah

Saksi Mengaku Tanah Dibeli Pemilik Hotel Ayana Rp. 25 Miliar

Diterbitkan

Pada

Saksi Mengaku Tanah Dibeli Pemilik Hotel Ayana Rp. 25 Miliar
Baca Berita
Loading...