Kemenkes Klaim Vaksinasi Indonesia Lebih Maju dari Eropa

  • Bagikan
kemenkes
Juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi (net)
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Juru Bicara (Jubir) Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi mengatakan vaksinasi di Indonesia selangkah lebih maju daripada negara-negara di Eropa.

Hal itu ia sampaikan mengacu pada jumlah dosis vaksin yang sudah diberikan pada tahap satu dan dua. Pada tahap pertama, kata Nadia cakupan dosis sudah 21,33 persen dari target 40 juta sasaran.

“Cakupan ini lebih baik tentunya dari negara-negara di kawasan Eropa,” ucap Nadia secara daring di kanal YouTube Kementerian Kesehatan, Minggu (4/4/2021).

Nadia menjelaskan rincian capaian vaksinasi di Indonesia per 4 April 2021, total ada 12,5 juta vaksin Covid-19 telah diberikan. Khusus pada tahap dua, sudah kurang lebih 8,5 juta orang yang mendapat vaksin.

Klaim capaian vaksinasi Indonesia lebih baik dari negara-negara Eropa, kata dia, mengacu pada standar Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.

“Menurut WHO dinilai lebih lambat karena rata-rata negara-negara di kawasan Eropa ini cakupan vaksinasi dosis mereka masih kurang dari 10 persen,” ujarnya.

Nadia mengatakan pemerintah akan terus meningkatkan percepatan vaksinasi untuk memenuhi target vaksinasi terhadap 181,5 juta penduduk demi membentuk kekebalan kelompok.

“181,5 juta rakyat Indonesia kami mendorong semua lapisan masyarakat untuk ikut mensosialisasikan pentingnya vaksinasi covid-19,” ucap dia.

Lapisan masyarakat yang menjadi sorotan adalah kelompok lansia. Sebab, kelompok lansia banyak mengalami kendala.

Kendala yang dihadapi di antaranya kesulitan akses sentra vaksinasi, takut aktivitas di luar rumah, keterbatasan fisik mencapai pos-pos vaksin, dan kesulitan melakukan pendaftaran elektronik.

“Saat ini, kita tahu bahwa baru sekitar 8 persen usia di atas 60 tahun yang telah mengikuti vaksinasi Covid-19,” ucapnya.

Untuk itu, ia mengimbau keluarga dan masyarakat membantu warga lansia melakukan vaksinasi. Sebab, kata dia, vaksinasi lansia penting karena kelompok itu memiliki risiko kematian dan kesakitan tiga kali lebih besar dari golongan usia lain.[prs]

  • Bagikan