Connect with us

Hukum

Kasus Suap Penyidik, ICW Minta Dewas KPK Periksa Pihak Lain

Diterbitkan

Pada

Kasus Suap Penyidik, ICW Minta Dewas KPK Periksa Pihak Lain
Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana (ist/net)

Realitarakyat.com – Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta memeriksa pihak-pihak internalnya yang diduga terlibat dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi yang melibatkan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju sebagai tersangka.

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana menilai upaya itu mesti dilakukan karena adanya kemungkinan penyidik-penyidik lain hingga Pimpinan KPK turut terlibat.

“Sebab dalam banyak pemberitaan disebutkan sempat ada upaya dari Wali Kota Tanjungbalai (M Syahrial) untuk bertemu salah seorang Komisioner KPK,” tutur Kurnia, dalam keterangan tertulisnya, Senin (26/4/2021).

Adapun yang dimaksud oleh Kurnia adalah dugaan upaya M Syahrial untuk menemui salah satu pimpinan KPK Lili Pintauli Siregar.

Kurnia menuturkan jika pertemuan itu benar terjadi, maka Dewas KPK harus segera menjatuhi sanksi pelanggaran kode etik dengan tegas.

“Jika ternyata pertemuan itu terjadi maka akan mengingatkan publik pada perbuatan Firli Bahuri pada masa lalu saat masih menjabat sebagai Deputi Penindakan yang rajin bertemu dengan seorang kepala daerah,” tutur Kurnia.

“Sanksi yang sama juga mesti dijatuhkan pada Komisioner KPK itu, yakni pelanggaran berat,” tegas dia.

Sebagai informasi KPK menetapkan penyidiknya sendiri Stepanus Robin Pattuju karena diduga terlibat dalam kasus suap terkait penanganan tindak pidana korupsi di Pemerintah Kota Tanjungbalai 2020-2021.

Robin diduga meminta uang Rp 1,5 miliar pada tersangka lainnya yakni Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial dengan janji akan menutup penyelidikan yang sedang dijalankan KPK.

Pada perkara tersebut KPK menduga Robin sudah menerima uang Rp 1,3 miliar yang juga ia bagikan sebanyak Rp 525 juta pada seorang pengacara dan juga tersangka berikutnya yakni Maskur Husain.

Selain itu perkara ini juga menyeret nama Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin yang diguga menjadi fasilitator antara Robin dan Syahrial. (ndi)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum

Kemenkumham Beri Remisi Khusus Idul Fitri 2021 terhadap 121.026 Napi

Diterbitkan

Pada

Penulis

Kemenkumham Beri Remisi Khusus Idul Fitri 2021 terhadap 121.026 Napi
Ditjenpas Kemenkumham, Reynhard Silitonga (ist/net)
Baca Berita

Hukum

Diduga dari Iran, Polisi Ungkap Penyelundupan 310 Kilogram Sabu

Diterbitkan

Pada

Penulis

Diduga dari Iran, Polisi Ungkap Penyelundupan 310 Kilogram Sabu
(ist/net)
Baca Berita

Hukum

PJKAKI KPK: Heran, Asesmen Proses Alih Status Pegawai Koq Jadi Seleksi Penonaktifan

Diterbitkan

Pada

Penulis

PJKAKI KPK: Heran, Asesmen Proses Alih Status Pegawai Koq Jadi Seleksi Penonaktifan
Direktur Pembinaan Jaringan Kerja Antar-Komisi dan Instansi (PJKAKI) KPK, Sujanarko (ist/net)
Baca Berita
Loading...