Connect with us

Daerah

Kapolda NTB Ancam Copot Kapolres yang Tak Serius Tangani Masalah Covid-19

Diterbitkan

Pada

Kapolda NTB Ancam Copot Kapolres yang Tak Serius Tangani Masalah Covid-19

Realitarakyat.com – Kapolda NTB, Irjen Pol Muhammad Iqbal mengaku akan terus memperkuat  pendampingan guna  mempercepat kegiatan vaksinasi Covid 19 khususnya pada  lansia. Hal ini di sebabkan karena lansia  paling rentan terjangkit   Covid-19 yang mengharuskan kegiatan vaksinasi harus benar-benar tepat sasaran kepada warga lansia.

“Jika masih banyak yang menolak, tentu kita akan mengedepankan edukasi yang masif. Sehingga kesehatan saat pandemi ini merupakan hal paling penting untuk dijaga,” Ungkapnya saat menggelar rapat penanganan covid-19 dan perkembangan vaksinasi di Tenda Putih Polda NTB, Kamis (22/4/2021).

Selain itu, M. Iqbal juga mengingatkan kepada jajarannya, yakni semua Kapolres di wilayah hukum NTB agar bekerja lebih serius lagi  dalam penanganan Covid – 19. Selain itu, pihaknya mengancam akan mencopot jabatan sebagai Kapolres jika tidak mampu menunjukkan kinerja yang baik pada kegiatan Vaksinasi khusus Lansia. Namun sebaliknya ia berjanji jika Kapolres mampu  menunjukan hasil yang memuaskan demi kesehatan masyarakat, maka akan di berikan penghargaan yang setimpal.

Sementara itu Wakil Gubernur NTB, Hajjah Ummi Rohmi Jalillah, menyebutkan berdasarkan data dari Dinas Kesehatan NTB, saat ini  jumlah sasaran lansia di Provinsi NTB berdasarkan droping dari pusat sebanyak 50.751 orang. Dari target itu, lansia yang sudah divaksin pada dosis pertama mencapai 30,2 persen atau sekitar 15.340 orang yang sudah divaksin. Sementara jumlah lansia yang telah divaksin pada dosis kedua mencapai 6.080 atau sekitar 12,0 persen.

Wagub menjelaskan,  kegiatan vaksinasi lansia di NTB ditargetkan sebelum Idul Fitri semua sudah divaksin Covid-19. Sehingga strategi pelayanan, terutama pada kegiatan menjemput atau mendatangi warga lansia hingga ke dusun-dusun dan desa harus diperkuat dengan edukasi dari hati ke hati. Jangan sampai mereka merasa diri dipaksa untuk divaksin.

“Tentu kita harus menjemput bola agar kegiatannya dapat terukur dan cepat. Kita harus memberikan edukasi yang baik kepada   warga lansia, agar vaksin Covid-19 berjalan dengan baik,” tutur Ummi Rohmi.(LS)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Daerah

Polda NTB Ringkus 108 Pelaku Kriminalitas Dari 70 Kasus

Diterbitkan

Pada

Penulis

Baca Berita

Daerah

Dua Korban Ledakan Petasan di Tulungagung Meninggal

Diterbitkan

Pada

Penulis

Dua Korban Ledakan Petasan di Tulungagung Meninggal
ilustrasi (ist/net)
Baca Berita

Daerah

Pemprov NTB Buka 4.865 Formasi CPNS dan PPPK 2021

Diterbitkan

Pada

Penulis

Pemprov NTB Buka 4.865 Formasi CPNS dan PPPK 2021
Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi NTB, M Nasir (ist/net)
Baca Berita
Loading...