Connect with us

Kesehatan

Jubir Pemerintah Imbau Penerima Vaksin COVID-19 Tak Takabur

Diterbitkan

Pada

Jubir Pemerintah Imbau Penerima Vaksin COVID-19 Tak Takabur
Juru Bicara Pemerintah Reisa Broto Asmoro (ist/net)

Realitarakyat.com – Juru Bicara Pemerintah Reisa Broto Asmoro mengimbau masyarakat penerima vaksin COVID-19 untuk tidak takabur di tengah penurunan kasus aktif harian dalam sepekan terakhir di Indonesia.

“Jangan lengah, jangan karena sudah divaksin, kasus sudah turun, peraturan kantor dan pariwisata sudah dilonggarkan, kita malah jadi takabur,” katanya, saat memberikan keterangan kepada wartawan secara daring yang disiarkan Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden di Jakarta, Senin (26/4/2021).

Reisa mengatakan pekan lalu Indonesia pernah mencatatkan kasus aktif di bawah 100 ribu, angka pasien sembuh per hari makin lama makin banyak daripada yang terkonfirmasi positif COVID-19.

Situasi itu patut untuk disyukuri dengan berperilaku lebih patuh pada protokol kesehatan yang diterapkan pemerintah, melalui menjaga jarak, mencuci tangan dan memakai masker (3M), kata Reisa.

Alasannya, vaksinasi COVID-19 tidak secara penuh memberikan kekebalan kepada manusia dari ancaman penularan COVID-19, namun efektif meminimalkan tingkat kesakitan saat terpapar SARS-CoV-2 penyebab COVID-19.

Hingga Minggu (25/4), kata Reisa, lebih dari 18,5 juta dosis vaksin telah diberikan kepada sekitar 11,7 juta orang dari kelompok tenaga kesehatan, petugas pelayanan publik, dan lansia. Lebih dari 16,9 persen sudah mendapatkan dosis kedua.

Namun Reisa menyoroti tingkat kepesertaan kelompok lansia dalam program vaksinasi COVID-19 yang relatif rendah.

“Dari 21 juta lansia yang berhak menerima vaksin, baru lebih dari 11 persen yang sudah divaksin. Masih banyak yang belum menerima hak mereka,” ujarnya.

Bagi lansia yang masih ragu dengan vaksin karena menderita penyakit bawaan, kata Reisa, disarankan berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk diberikan tips khusus agar bisa mengendalikan penyakit penyertanya. “Sehingga dapat lolos screening pemeriksaan kesehatan sebelum divaksinasi,” katanya.

Reisa juga mengingatkan lansia untuk tetap mengonsumsi obat yang disarankan dokter. Sebab menerima vaksin COVID-19 tidak berarti menghentikan pengobatan rutin.

“Bagi mereka yang tidak nyaman pergi sendiri ke pos vaksinasi, hubungi anak dan sanak saudara, mintalah kesediaan mereka untuk mengantar dan menemani. Bukan saja mereka menggunakan kesempatan ini untuk berbakti pada orang tua, tapi mereka juga dapat divaksin juga. Semua anak muda yang mengantar paling tidak dua lansia akan dapat divaksin di sentra vaksinasi yang disediakan pemerintah,” katanya. (ndi)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional

Berkat Perjuangan Tim Kesehatan, Tiga Pasien Varian B.1.617 Berhasil Sembuh

Diterbitkan

Pada

Penulis

Berkat Perjuangan Tim Kesehatan, Tiga Pasien Varian B.1.617 Berhasil Sembuh
ilustrasi (ist/net)
Baca Berita

Metropolitan

Jumlah Pasien COVID-19 di RSD Wisma Atlet 1.344 Orang

Diterbitkan

Pada

Penulis

Jumlah Pasien COVID-19 di RSD Wisma Atlet 1.344 Orang
ilustrasi (ist/net)
Baca Berita

Daerah

Pemkot Tasikmalaya Larang Shalat Id di Masjid Agung

Diterbitkan

Pada

Penulis

Pemkot Tasikmalaya Larang Shalat Id di Masjid Agung
Plt Wali Kota Tasikmalaya Muhammad Yusuf (ist/net/ant)
Baca Berita
Loading...