Connect with us

Hukum

JPU: Suap yang Diterima Juliari Juga Dinikmati Pejabat Kemensos Lainnya

Diterbitkan

Pada

JPU: Suap yang Diterima Juliari Juga Dinikmati Pejabat Kemensos Lainnya
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK mengatakan suap yang diterima mantan Menteri Sosial Juliari P Batubara dari para pengusaha penyedia bantuan sosial (bansos) sembako COVID-19 juga dinikmati pejabat Kemensos lainnya.

Pejabat yang dimaksud tersebut antara lain Sekretaris Jenderal Kemensos Hartono, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Pepen Nazaruddin, dua orang Pejabat Pembuat Komitment (PPK) yaitu Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono hingga anggota tim teknis.

“Uang ‘fee’ dari terdakwa dan penyedia barang lainnya dalam pengadaan bansos COVID-19 yang telah dikumpulkan Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono atas perintah Juliari P Batubara tersebut telah dibagikan atau digunakan untuk kepentingan Juliari P Batubara dan beberapa pejabat di Kementerian Sosial antara lain Hartono, Pepen Nazaruddin, Matheus Joko Santoso, Adi Wahyono, serta anggota tim teknis/ULP (Robbin Saputra, Rizki Maulana, Iskandar dan Firmansyah),” kata JPU KPK Ikhsan Fernandi saat membacakan surat tuntutan di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (19/4/2021).

JPU KPK dalam perkara ini menuntut Direktur Utama PT Tigapilar Agro Utama Ardian Iskandar Maddanatja serta konsultan hukum Harry van Sidabukke masing-masing dihukum 4 tahun penjara ditambah denda Rp100 juta subsider 4 bulan kurungan karena memberikan suap kepada Juliari Batubara.

Ardian diduga menyuap Juliari senilai senilai Rp1,95 miliar karena telah menunjuk PT Tigapilar Agro Utama sebagai penyedia bansos sembako COVID-19 tahap 9, 10, tahap komunitas dan tahap 12 yang totalnya sebanyak 115.000 paket.

Sedangkan Harry diduga menyuap Juliari senilai Rp1,28 miliar karena menunjuk penunjukkan PT Pertani (Persero) dan PT Mandala Hamonangan Sude (MHS) sebagai penyedia bansos sembako COVID-19 tahap 1, 3, 5, 6, 7, 8, 9 dan 10 yang seluruhnya sebanyak 1.519.256 paket.

Suap diberikan melalui dua orang bawahan Juliari yaitu Matheus Joko Santoso selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan bansos sembako COVID-19 pada Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Kemensos periode April-Oktober 2020 dan Adi Wahyono selaku Kabiro Umum Kemensos dan PPK pengadaan bansos sembako COVID-19 periode Oktober-Desember 2020.

“Serta untuk kepentingan operasional kantor Kementerian Sosial di antaranya untuk biaya akomodasi carter pesawat pribadi, biaya monitoring evaluasi (monev) biaya honor-honor lainnya, biaya ATK kantor dan biaya beberapa acara di Kemensos,” tambah jaksa Ikhsan.

Fakta pemberian dan penggunaan suap tersebut menurut JPU KPK juga didukung dengan adanya barang bukti berupa uang yang telah disita dari Matheus Joko Santoso yang merupakan uang hasil penerimaan fee dari kedua terdakwa dan para penyedia barang lainnya.

“Barang bukti menguatkan bahwa pengumpulan ‘fee’ atas perintah Juliari Peter Batubara tersebut benar adanya,” tegas jaksa.

Terhadap tuntutan tersebut, Ardian dan Harry akan mengajukan nota pembelaan (pleidoi) pada Senin, 26 April 2021.[prs]

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum

12 Tahun Buron, Koruptor Ini Ditangkap di Garut

Diterbitkan

Pada

Penulis

12 Tahun Buron, Koruptor Ini Ditangkap di Garut
ilustrasi (ist/net)
Baca Berita

Hukum

IDI Papua Kecam Kekerasan terhadap Tenaga Kesehatan

Diterbitkan

Pada

Penulis

IDI Papua Kecam Kekerasan terhadap Tenaga Kesehatan
Ketua IDI Wilayah Papua Donald Aronggear (ist/net)
Baca Berita

Headline

KPK Periksa Direktur Utama PT BMEC Sutisna Terkait Dugaan Korupsi Jasa Konsultansi di Perum Jasa Tirta II tahun 2017

Diterbitkan

Pada

Penulis

KPK Periksa Direktur Utama PT BMEC Sutisna Terkait Dugaan Korupsi Jasa Konsultansi di Perum Jasa Tirta II tahun 2017
Baca Berita
Loading...