Fadel Minta Penceramah Ramadhan Beri Materi yang Tak Radikal

  • Bagikan
fadel
Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad/Net
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Menyambut Ramadhan, Wakil Ketua MPR RI Fadel Muhammad membagi-bagikan ribuan paket bantuan yang dia sebut ‘Yimelu’ kepada masyarakat. Fadel juga berpesan kepada para penceramah Ramadhan agar memberikan materi yang menenangkan.

Pembagian paket Yimelu digelar secara simbolis di Masjid Baiturrahman, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (9/4/2021). Fadel memastikan paket bantuan akan diberikan kepada masyarakat yang pantas menerima.

“Kebiasaan masyarakat Gorontalo itu kalau menyambut bulan Ramadhan itu disebut Yimelu. Artinya, mengumpulkan sesuatu bersama-sama diberikan kepada duafa atau orang-orang yang pantas menerima. Maka alhamdulillah kita sudah menghitung, 1.708 paket kita berikan kepada mereka-mereka yang wajar, pantas menerima paket-paket tersebut,” kata Fadel kepada wartawan, di Masjid Baiturrahman.

Fadel menuturkan pembagian paket Yimelu rutin digelar. Mantan Gubernur Gorontalo itu berharap jumlah paket yang diberikan akan bertambah pada tahun berikutnya.

“Kalau di Gorontalo, waktu saya gubernur itu ribuan, ribuan kita berikan. Nah nanti, insyaAllah tahun depan akan kita berikan lebih banyak lagi,” sebutnya.

Lebih lanjut, Fadel berpesan agar para penceramah Ramadhan memberikan materi yang tidak radikal. Dia menyebut, berdasarkan laporan Polri kepada MPR, penyebaran radikalisme makin mengkhawatirkan.

“Selaku Wakil Ketua MPR memberikan imbauan kepada para penceramah agar, supaya memberikan materi-materi yang bisa menenangkan masyarakat, bisa membuat orang tidak menjadi berlebihan. Artinya tidak radikal lah. Karena, menurut survei yang ada, radikalisme ini dilaporkan oleh pihak kepolisian kepada MPR, itu makin hari makin banyak dan di beberapa tempat ini mengerikan,” papar Fadel.

“Untuk itu, kami selaku Wakil Ketua MPR mengimbau kepada para penceramah, tokoh-tokoh agama mohon agar, supaya bisa ikut mengambil peran aktif menenangkan hal ini, sehingga tidak membuat sesuatu yang akhirnya merusak agama kita, merusak Islam dan korban yang makin hari makin banyak dan kekhawatiran,” imbuhnya.[prs]

  • Bagikan