Connect with us

Hukum

Ditetapkan Jadi Kelompok Teroris, Mahfud Minta Aparat Lakukan Tindakan Tegas dan Terukur ke KKB Papua

Diterbitkan

Pada

Ditetapkan Jadi Kelompok Teroris, Mahfud Minta Aparat Lakukan Tindakan Tegas dan Terukur ke KKB Papua

Realitarakyat.com – Pemerintah telah menetapkan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua sebagai teroris. Karenanya, Pemerintah meminta aparat kepolisian, TNI dan Badan Intelijen Negara (BIN) untuk melakukan tindakan cepat, tegas dan terukur terhadap KKB.

Demikian dikatakan Menteteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD dalam jumpa pers di Kantor Kemenko Polhukam, Kamis (29/4/2021).

“Pemerintah sudah meminta kepada Polri, TNI, BIN, dan aparat-aparat terkait segera melakukan tindakan secara cepat, tegas, dan terukur. Terukur menurut hukum dalam arti jangan sampai menyasar ke masyarakat sipil,” kata Mahfud.

Menurut Mahfud, setiap kekerasan yang memenuhi unsur dalam UU No. 5 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, maka akan dinyatakan sebagai teror.

“Dan secara hukum pula, kami akan segera memprosesnya sebagai gerakan terorisme yang tercatat di dalam agenda hukum kita,” ujar mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini pula.

Untuk menghadapi KKB di Papua itu, menurut dia, TNI dan Polri tidak perlu mengerahkan kekuatan yang besar.

“Ya, kita hanya menghadapi segelintir orang. bukan menghadapi rakyat Papua. Oleh sebab itu akan dilakukan menurut UU,” katanya lagi. Yaitu, mengedepankan kepolisian yang mendapatkan bantuan dari TNI dalam melakukan operasi di Papua.

“Itu aja UU-nya. Dan itu tidak perlu banyak tinggal dikoordinasikan menurut istilah Presiden kemarin, disinergikan aja jangan jalan sendiri-sendiri,” ujarnya pula.

Pangdam dan Kapolda agar berkoordinasi dengan baik di bawah bimbingan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, sehingga semua terkoordinasi.

Sedangkan BIN tetap diminta untuk melakukan kegiatan-kegiatan intelijen yang sifatnya lebih politis.

“Politis itu misalnya penggalangan terhadap tokoh-tokoh, mengidentifikasi lokasi-lokasi, kemudian melakukan penggalangan diplomasi bersama Kemenlu terhadap negara-negara sekitar di Pasifik atau negara-negara lain yang menjadi tempat pelarian orang-orang separatis,” demikian Mahfud.[prs]

 

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum

Kepolisian Menemukan Ada Unsur Pidana Dalam Kasus Ledakan Mercun di Kebumen

Diterbitkan

Pada

Kepolisian Menemukan Ada Unsur Pidana Dalam Kasus Ledakan Mercun di Kebumen
Baca Berita

Headline

Umar Patek Terpinada Kasus Bom Bali Dapat Remisi

Diterbitkan

Pada

Umar Patek Terpinada Kasus Bom Bali Dapat Remisi
Baca Berita

DPD

Ketua DPD Kutuk Aksi Pembunuhan Empat Warga di Poso

Diterbitkan

Pada

Penulis

Ketua DPD Kutuk Aksi Pembunuhan Empat Warga di Poso
Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti (ist/net)
Baca Berita
Loading...