Connect with us

Hukum

BIN: Kalangan Milenial Jadi Sasaran Utama Kelompok Teror

Diterbitkan

Pada

BIN: Kalangan Milenial Jadi Sasaran Utama Kelompok Teror

Realitarakyat.com – Deputi VII Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan Hari Purwanto menyebut, kalangan anak muda atau milenial menjadi target utama rekrutmen oleh kelompok teror saat ini.

“Memang milenial ini menjadi target utama dari mereka [kelompok teror],” kata Wawan Wawan dalam diskusi ‘Bersatu Melawan Teror’ disiarkan daring di YouTube, Sabtu (3/4).

Wawan membeberkan beberapa alasan kelompok milenial menjadi target utama. Pertama, kelompok milenial seringkali tidak banyak yang berpikir kritis. Hal itu membuat kelompok milenial kerap menelan mentah-mentah ajaran yang dibuat dan disasar oleh kelompok teror.

Kedua, Wawan mengatakan, kalangan milenial masih memiliki keberanian yang lebih ketimbang kalangan lainnya. “Juga tidak banyak tanggungan. Masih lebih emosional dan lebih berpikir pragmatis, apalagi ada iming-iming masuk surga dan lain-lain,” kata Wawan.

Melihat hal itu, Wawan meminta kepada kalangan milenial untuk terus melakukan konfirmasi dan mengecek kembali ajaran-ajaran yang bernuansa radikal.

Tak hanya itu, Wawan juga meminta para orang tua untuk terus mengontrol anak-anaknya, terutama yang masuk dalam usia milenial. Termasuk, memantau pelbagai buku bacaan yang sedang mereka baca.

“Yang biasanya riang jadi pemurung, yang biasanya enggak pergi kemana-mana jadi tahu-tahu kalau pulang minta uang. Dia [anak-anak] hanya bicara dengan networking yang ada di media sosial karena dia di-drive di situ untuk melakukan apa pun,” ujarnya.

Wawan juga mengimbau agar orang tua terus melakukan patroli 24 jam untuk memantau kegiatan anak-anaknya yang masih berusia milenial di dunia maya. Hal itu bertujuan agar kalangan milenial tak terjebak oleh paham-paham radikal yang selama ini marak di dunia maya.

“Oleh karena itu kita selalu dorong, bacaan-bacaan kaum milenial itu dikontrol oleh orang tuanya. Karena hanya orang tuanya yang paling paham,” kata Wawan.

Sebagaimana diketahui, sejumlah serangan teror yang belakangan terjadi seperti di Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan dan Mabes Polri Jakarta dilakukan oleh kalangan generasi milenial.

Serangan pertama terjadi di depan Gereja Katedral Makassar berupa aksi bom bunuh diri yang dilakukan pasangan suami istri berinisial L dan istrinya YSR pada Minggu (28/3). Keduanya disebut masih berusia sekitar 26 tahun.

Tiga hari berselang, seorang perempuan berinsial ZA berusia 25 tahun yang terpapar ideologi ISIS menyerang Mabes Polri.[prs]

 

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum

Densus 88 Tangkap 31 Terduga Teroris Usai Aksi Bom di Makassar

Diterbitkan

Pada

Densus 88 Tangkap 31 Terduga Teroris Usai Aksi Bom di Makassar
Baca Berita

Hukum

KPK Geledah Kantor Kontraktor Penyuap Nurdin Abdullah

Diterbitkan

Pada

KPK Geledah Kantor Kontraktor Penyuap Nurdin Abdullah
Baca Berita

Hukum

Kasus Suap Pengadaan Bansos, Mantan Mensos Juliari Batubara Segera Disidang

Diterbitkan

Pada

Penulis

Kasus Suap Pengadaan Bansos, Mantan Mensos Juliari Batubara Segera Disidang
Mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara (ist/net)
Baca Berita
Loading...