BAZNAS Minta Jokowi Buat Perpres Wajib Zakat untuk ASN dan TNI-Polri

  • Bagikan
BAZNAS Minta Jokowi Buat Perpres Wajib Zakat untuk ASN dan TNI-Polri
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) terus mengampanyekan zakat pada masyarakat. Ketua BAZNAS Noor Achmad menyampaikan upaya mengentaskan kemiskinan menjadi prioritas dari BAZNAS. Menurutnya, hal ini dilakukan agar BAZNAS bisa menjadi penyangga pemerintah sekaligus juga menjadi lembaga utama dalam mensejahterakan umat melalui zakat.

Noor menilai kemiskinan atau kefakiran dapat menyebabkan kekafiran. Tak hanya itu, kemiskinan juga bisa menyebabkan orang merasa ketidakadilan dan bisa memunculkan gap serta ketidakpuasan masyarakat yang berujung konflik.

“Oleh karena itu, pengentasan kemiskinan ini menjadi prioritas kami. Satu untuk menjaga keimanan, kedua untuk menjaga ketertiban, keamanan, dan stabilitas,” ujar Noor dalam Konferensi Pers Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Zakat 2021 di Jakarta, Minggu (4/4/2021).

Menurutnya, zakat bisa bantu menciptakan harmoni agar orang kaya dapat memberikan bantuan atau bisa mengeluarkan zakatnya untuk mensejahterakan orang miskin sehingga hartanya tidak berkisar di orang kaya saja.

Noor mengungkap Rakornas yang akan berlangsung pada 4-6 April 2021 ini juga didorong oleh arahan Presiden RI Joko Widodo agar BAZNAS bisa berperan aktif untuk sama-sama melakukan pengentasan kemiskinan di Indonesia. Ia mengatakan, Presiden Jokowi berpesan agar BAZNAS bisa menjadi lembaga yang kuat, inovatif, dan kreatif berlandaskan ICT.

“Atas dasar itu dalam Rakornas ini kami mengambil tema BAZNAS “Menjadi Lembaga Utama untuk Mensejahterakan Umat”. Dari tema itulah nanti akan kami terjemahkan bagaimana kami bisa menjadi sebuah kekuatan yang dipercaya oleh masyarakat, baik itu untuk pengumpulan maupun pendistribusian,” terang Noor.

“Rakornas Zakat 2021 diselenggarakan dengan tujuan mendorong penguatan kelembagaan BAZNAS sebagai pengelola perzakat nasional,” lanjutnya.

Noor menyampaikan pihaknya meminta kepada Presiden Jokowi agar mengeluarkan Perpres tentang kewajiban para ASN, Pegawai BUMN, TNI/Polri, dan korporasi untuk mengeluarkan zakat.

“Mengapa? Karena mereka itu saat ini yang diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk mempunyai harta yang lebih dibandingkan dengan orang lain sehingga akan terjadi harmoni dan kegotongroyongan yang luar biasa di masyarakat Indonesia,” jelas Noor.

Ia pun mengungkap di bulan Ramadhan nanti, BAZNAS bersama Presiden Jokowi akan meluncurkan Gerakan Cinta Zakat untuk semakin menggencarkan zakat di tengah masyarakat.

“Gerakan yang dimaksud adalah gerakan cinta ketaatan kepada Allah SWT dalam kewajiban berzakat, juga cinta kepada sesama umat untuk membantu yang lain,” pungkasnya.

Sementara itu, Pimpinan BAZNAS Saidah Sakwan menyampaikan isu kemiskinan telah menjadi isu strategis BAZNAS pasca COVID-19 selama satu tahun ini. Ia menjabarkan data angka kemiskinan di 2019 sebesar 24,4 juta yang mengalami peningkatan selama COVID-19 menjadi 26,9 juta orang miskin. Menurutnya, peningkatan kemiskinan secara masif ini sudah dapat dikatakan kondisi darurat.

“Kami berdiskusi dan berkoordinasi kepada teman-teman daerah untuk bagaimana menempatkan dana ZIS ini untuk memprioritaskan dalam pengentasan kemiskinan. Jadi pengentasan kemiskinan yang bisa kita lakukan adalah satu, memenuhi kebutuhan dasar,” tutur Saidah.

Lebih lanjut ia menjelaskan, yang menjadi prioritas BAZNAS adalah para mustahik yang tidak bisa makan dan juga mustahik yang sakit sebab kedua hal ini merupakan kebutuhan dasar yang disepakati BAZNAS.

Selain itu, lanjutnya, upaya pengentasan kemiskinan ini juga tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan pokok saja.

“Yang penting buat kita adalah bagaimana melakukan ekstensifikasi mustahik menjadi muzakki, nah ini intervensinya adalah dengan memberikan kail dan program-program produktif. Jadi bukan sekadar memberikan makan, tapi juga harus diberikan kail supaya mustahik bisa menghidupi dirinya sendiri,” imbuhnya.

Sebagai informasi konferensi pers ini turut dihadiri Wakil Ketua BAZNAS, Mokhamad Mahdum, serta Pimpinan BAZNAS yang juga Ketua Umum Panitia Rakornas Zakat 2021, KH. Achmad Sudrajat, serta Sekretaris Umum Panitia Rakornas Zakat 2021 yang juga Sekretaris BAZNAS, Jaja Jaelani.

Selain itu, hadir juga Pimpinan BAZNAS yang juga Sekjen World Zakat Forum (WZF), Zainulbahar Noor, serta pimpinan BAZNAS lainnya yaitu Mohamad Nadratuzzaman Hosen, Rizaludin Kurniawan, Kol. (Purn) Nur Chamdani, Direktur Utama BAZNAS, M. Arifin Purwakananta dan Direktur Operasi merangkap Plt. Direktur Pendistribusian BAZNAS Wahyu TT Kuncahyo.[prs]

  • Bagikan