Connect with us

Hukum

Bareskrim Ajukan Permohonan Ekstradisi ke Kemenkumham Atas Jozeph Paul Zhang

Diterbitkan

Pada

Bareskrim Ajukan Permohonan Ekstradisi ke Kemenkumham Atas Jozeph Paul Zhang

Realitarakyat.com – Shindy Paul Soerjomoelyono alias Jozeph Paul Zhang yang merupakan tersangka kasus penodaan agama diyakini berada di Jerman. Bareskrim Polri mengajukan permohonan ekstradisi terhadap Jozeph melalui Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

“Hasil koordinasi dengan Dirjen AHU (Administrasi Hukum Umum) Kemenkumham kita disarankan ajukan permohonan ke Kemenkumham untuk mengajukan proses ekstradisi yang bersangkutan sambil menunggu proses pengurusan red notice ke Interpol,” ujar Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto saat dikonfirmasi, Jumat (23/4/2021).

Agus menyebut Bareskrim bakal mengajukan permohonan ekstradisi lewat Kemenkumham. Hal tersebut dilakukan sambil menunggu keputusan terbit atau tidaknya red notice Jozeph dari Interpol pusat di Lyon, Prancis.

“Langkah kita ya ajukan permohonan, proses selanjutnya beliau yang jalankan,” ucapnya.

Sebelumnya, Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan Polri bakal mengejar Jozeph setelah ditetapkan sebagai tersangka. Menurut Ramadhan, Jozeph bakal ditangkap meski Indonesia dan Jerman tidak memiliki perjanjian ekstradisi.

“Nah, Indonesia dan Jerman tidak ada perjanjian ekstradisi. Tapi bukan berarti ada perbuatan pidana bangsa Indonesia di sana tidak bisa diproses, bukan begitu ya. Sepanjang JPZ itu adalah warga negara Indonesia, mau dia melakukan tindak pidana di negara A, di B, C itu bisa diproses di Indonesia, asas nasionality yang dipakai. Itu asas yang berlaku di hukum pidana di Indonesia,” tutur Ramadhan di Mabes Polri, Selasa (20/4).

Polri juga telah mengajukan penerbitan red notice terhadap Jozeph Paul Zhang. Saat ini, permohonan sudah dilayangkan ke kantor pusat Interpol.

“Yang pasti untuk permohonan penerbitan red notice Sekretariat NCB Interpol Indonesia telah mengirim surat ke markas besar Interpol di Lyon, Prancis,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (22/4).

Rusdi mengatakan keputusan penerbitan red notice bergantung pada keputusan Interpol. Namun, dia berharap red notice bisa terbit secepatnya.

“Kita tunggu proses dari markas besar Interpol. Mudah-mudahan berapa lama lagi red notice akan keluar,” ujarnya.[prs]

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum

Komisi III Dukung Presiden Hasil TWK harus Berpedoman pada Putusan MK

Diterbitkan

Pada

Penulis

Komisi III Dukung Presiden Hasil TWK harus Berpedoman pada Putusan MK
Anggota Komisi III DPR RI Taufik Basari (ist/net)
Baca Berita

Headline

Datangi MKD DPR, LP3HI Lengkapi Berkas Dugaan Pelanggaran Etik Azis Syamsudin

Diterbitkan

Pada

Penulis

Datangi MKD DPR, LP3HI Lengkapi Berkas Dugaan Pelanggaran Etik Azis Syamsudin
Kurniawan Adi Nugroho, Wakil Direktur LP3HI (ist/net)
Baca Berita

Hukum

Bantu Keluarga Korban Terorisme di Poso, LPSK Keluarkan Anggaran Rp60 Juta

Diterbitkan

Pada

Penulis

Bantu Keluarga Korban Terorisme di Poso, LPSK Keluarkan Anggaran Rp60 Juta
Wakil Ketua LPSK, Edwin Partogi Pasaribu (ist/net)
Baca Berita
Loading...