Connect with us

Luar Negeri

Bahas Perdamaian Afghanistan, Menlu Rusia Kunjungi Pakistan

Diterbitkan

Pada

Bahas Perdamaian Afghanistan, Menlu Rusia Kunjungi Pakistan
ilustrasi (ist/net)

Realitarakyat.com – Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov bertemu mitranya dari Pakistan di Islamabad, Rabu, untuk membicarakan proses perdamaian Afghanistan yang mandek mengingat kedua negara memiliki sejarah keterlibatan yang panjang.

Kunjungan itu pertama kalinya dilakukan oleh seorang menlu Rusia dalam sembilan tahun terakhir, dan terjadi di saat sensitif bagi Afghanistan karena pembicaraan damai hanya mencatat kemajuan kecil sementara Amerika Serikat (AS) telah menetapkan tenggat waktu untuk menarik pasukannya dari negara itu.

“(Pakistan dan Rusia) berbagi posisi yang sama dalam beberapa isu … termasuk perdamaian dan stabilitas di Afghanistan,” kata Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mahmoud Qureshi di Twitter setelah pertemuan mereka.

Kedua menteri juga membahas hubungan ekonomi, energi, dan kerja sama kontra terorisme, dan kemajuan proyek pipa gas besar.

Lavrov juga akan bertemu dengan Perdana Menteri Imran Khan, kata Kementerian Luar Negeri Pakistan dalam sebuah pernyataan.

Pada 1980-an, Pakistan dan AS adalah pendukung utama pejuang Islam yang berperang menduduki pasukan Soviet.

Sekarang, Rusia prihatin tentang ketidakstabilan Afghanistan yang meluas ke Asia tengah karena AS berusaha melepaskan diri dari perang di Afghanistan melawan Taliban, yang selama bertahun-tahun dituduh didukung oleh Pakistan—namun Pakistan membantahnya.

Rusia menjadi tuan rumah konferensi internasional tentang Afghanistan di Moskow bulan lalu di mana para peserta, termasuk AS, China dan Pakistan, mengeluarkan pernyataan yang menyerukan pihak Afghanistan yang bertikai untuk mencapai kesepakatan damai dan menahan kekerasan.

“Perhatian bersama (kami) adalah situasi di Afghanistan,” kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan pada Rabu, tentang kunjungan Lavrov ke Pakistan.

“Kami menantikan temuan awal dari solusi konstruktif untuk mengakhiri perang saudara di Republik Islam Afghanistan melalui kesepakatan tentang pembentukan pemerintahan inklusif dengan partisipasi gerakan Taliban,” demikian keterangan tersebut.

AS menandatangani perjanjian dengan Taliban tahun lalu yang mengizinkannya untuk menarik pasukannya dengan imbalan jaminan Taliban untuk mencegah terorisme internasional.

Tetapi pertempuran antara pemerintah Afghanistan yang didukung AS dan Taliban masih berkecamuk.

AS mendorong pemerintah sementara Afghanistan antara kedua belah pihak saat tenggat waktu 1 Mei mendekat, untuk menarik pasukannya berdasarkan pakta tersebut.

Presiden AS Joe Biden mengatakan tenggat waktu itu akan sulit dipenuhi meskipun Taliban mengancam akan melakukan lebih banyak kekerasan jika tidak. (rtr/ant/ndi)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Luar Negeri

Otoritas Myanmar Tangkap Wartawan Jepang

Diterbitkan

Pada

Penulis

Otoritas Myanmar Tangkap Wartawan Jepang
ilustrasi (ist/net)
Baca Berita

Luar Negeri

Tiga Orang Dilaporkan Tewas dalam Penembakan di Texas

Diterbitkan

Pada

Penulis

Tiga Orang Dilaporkan Tewas dalam Penembakan di Texas
(ist/net)
Baca Berita

Luar Negeri

Delapan Orang Tewas di Tembak Mati di Masjid Wilayah Afghanistan Timur

Diterbitkan

Pada

Delapan Orang Tewas di Tembak Mati di Masjid Wilayah Afghanistan Timur
Baca Berita
Loading...