Connect with us

Ekonomi

Airlangga: Pemerintah Wajib Membayar THR Karyawan

Diterbitkan

Pada

image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Pemerintah mewajibkan semua pengusaha untuk memberikan tunjangan hari raya (THR) kepada para pekerja, karyawan atau buruh di perusahaannya.

Hal itu kawasan kebijakan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang mewajibkan pemberian THR kepada karyawan swasta dan gaji ke-13 serta THR untuk ASN / TNI / Polri.

“Setelah memberikan berbagai dukungan dan insentif kepada dunia usaha, Pemerintah menetapkan kebijakan untuk mewajibkan pembayaran THR kepada karyawan,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengoreksi surat pers yang diterima RRI.co.id, Sabtu (10/4/2021).

Pemberian THR dan Gaji ke-13 tersebut diharapkan bisa menghasilkan potensi untuk konsumsi sebesar Rp215 triliun.

Hal tersebut berlaku Airlangga sesuai dengan perintah Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang meminta kebijakan untuk mendorong pemulihan ekonomi, sekaligus tetap melakukan penanganan Covid-19 secara ketat, jelang Ramadan dan lebaran tahun 2021.

Di mana pemerintah ingin menjadikan Ramadan dan Lebaran Idul Fitri tahun 2021 ini sebagai momentum untuk mengungkit ekonomi di kuartal II-2021, dengan tetap menjaga pengendalian pandemi Covid-19.

“Bapak Presiden, Kebijakan Kebijakan yang dilaksanakan dan Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan sudah menyampaikan pemberitahuan adanya larangan / peniadaan mudik. Selain itu, juga sudah disiapkan Surat Edaran dari Menteri Agama yang mengatur kegiatan keagamaan selama bulan Ramadhan, ”tutur Airlangga.

Airlangga juga menyatakan bahwa Presiden Joko Widodo memanfaatkan momentum ini guna mengejar target pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan Ekonomi pada kuartal I-2021 diproyeksikan masih negatif, sehingga untuk dapat kembali ke level pertumbuhan pra-Covid, ekonomi harus tumbuh mencapai 7 persen di kuartal II-2021.

Momentum ramadan dan lebaran idul fitri harus dimanfaatkan untuk mendorong ekonomi, terutama melalui pertumbuhan konsumsi masyarakat. Dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi di kuartal I-2021 yang masih negatif, untuk bisa kembali ke tingkat pra-Covid atau sekitar 5 persen (YoY) di 2021, membutuhkan pertumbuhan minimal 6,7 persen pada kuartal II-2021.

Menjelang lebaran, Pemerintah juga akan mempercepat penyaluran target keluaran Perlindungan Sosial seperti PKH, Kartu Sembako, Bansos Tunai dan lain-lain yang belum terpenuhi di Q1, untuk direalisasikan pada April samoai dengan awal Mei.

Untuk itu, pemerintah berencana mengajukan pencairan Kartu Sembako dari Juni ke awal Mei atau sebelum lebaran, serta melakukan penyaluran program Perlinsos lainnya yang diperkirakan akan meningkatkan realisasi sebesar Rp14.12 triliun.

Sementara itu, kegiatan masyarakat melalui peniadaan mudik di masa liburan lebaran idul fitri ini, yang akan efektif mengendalikan laju kasus Covid-19, namun di sisi lain akan menyebabkan kontraksi pertumbuhan ekonomi, melewati pengalaman di tahun lalu yang menyebabkan komtraksi terdalam pada kuartal II -2020.

“Pemerintah akan mengadakan Program Hari Belanja Online Nasional di akhir bulan Ramadhan (Harbolnas Ramadhan), yang rencananya akan diselenggarakan selama 5 hari (H-10 s / d H-6 Idul Fitri), bersama dengan Asosiasi, Platform Digital, Pelaku UMKM, Produsen Lokal, dan para Pelaku Logistik Lokal ”ujar Airlangga.

“Untuk Harbolnas Ramadhan ini Pemerintah akan memberikan subsidi Biaya Ongkos Kirim (Ongkir) Gratis, untuk pembelian Produk Lokal dan produksi UMKM kita,” lanjutnya.

Selain itu, Pemerintah juga akan mengalirkan Bansos Beras bagi masyarakat selama Ramadhan, melalui program Penyaluran Bantuan Beras sebesar @ 10Kg untuk para Penerima Kartu Sembako. Penyaluran akan dilakukan pada akhir bulan Ramadhan (pada masaPeniadaan Mudik terus menerus).

“Pada akhir bulan Ramadhan, saat peniadaan mudik dan kegiatan masyarakat, Pemerintah telah menyiapkan program untuk mendorong konsumsi masyarakat, yang dibarengi dengan berbagai program untuk meningkatkan daya beli masyarakat. Diharapkan melalui kebijakan ini, akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2021, “pungkas Airlangga.(Din)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekonomi

BSI: Literasi Keuangan dan Perbankan Syariah Harus Terus Ditingkatkan

Diterbitkan

Pada

Penulis

Bank Syariah Indonesia/Net
Baca Berita

Ekonomi

Kolaborasi Indonesia dan Korea Mendukung Future SMEs

Diterbitkan

Pada

Penulis

ilustrasi (ist/net)
Baca Berita

Ekonomi

Agar Usaha Terus Bergerak, Menkop Siap Penuhi Tuntutan Asosiasi UMKM

Diterbitkan

Pada

Penulis

(ist/net)
Baca Berita
Loading...