Agar Tak Kalah 2-0, Razman Arif Minta Jhoni Allen Cs Serius Siapkan Gugatan ke AHY

  • Bagikan
Agar Tak Kalah 2-0, Razman Arif Minta Jhoni Allen Cs Serius Siapkan Gugatan ke AHY
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Pengacara Razman Arif Nasution meminta pihak-pihak yang tergabung dalam gerakan kongres luar biasa (KLB) PD tidak merugikan Moeldoko.

“Anda yang ada di dalam, tolong berikan data konkret kepada Moeldoko. Jangan sampai kami yang sayang kepada beliau ini, beliau masuk dalam lingkaran kelompok Anda yang merugikan beliau,” ucap Razman dalam video keterangannya, Minggu (4/4/2021).

“Bukti sayang inilah kenapa saya mundur, agar pak ketua umum, Pak Moeldoko, bisa pahami apa yang menjadi pikiran-pikiran saya,” katanya.

Razman mengaku salah satu pengagum dari Moeldoko. Dia menyebut telah memperhatikan Moeldoko sejak menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).

“Pak Moeldoko bukan orang biasa. Pak Moeldoko aset bangsa, kita cinta kepada beliau. Saya pikir, Pak Moeldoko akan paham situasi yang terjadi saat ini. Saya tidak akan ke mana-mana dan saya akan tetap bersahabat dengan Pak Moeldoko,” ucapnya.

Kemudian, Razman juga meminta kubu Moeldoko menyiapkan dengan serius gugatan terhadap Ketum PD Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Jangan sampai, katanya, kubu Moeldoko kembali kalah karena sebelumnya gagal memperolek SK dari Kementerian Hukum dan HAM.

“Harus berjuang all out di sana. Saya yakin, gugatan AHY dan jawaban-jawaban yang akan disampaikan oleh tim hukum Jhoni Allen Marbun dkk, akan kesulitan berdasarkan fakta yang saya ketahui di dalam. Jika ada fakta yang belum sempurna, berikanlah kepada pengacara di sana agar permainan tidak menjadi 2-0. Kalau sampai 2-0 saya khawatir di PTUN akan sangat mencemaskan kita semua,” tukasnya.

Sebelumnya diberitakan hasil acara yang diklaim sebagai KLB Partai Demokrat ditolak pemerintah. Kubu KLB yang dipimpin Moeldoko akan menggugat AD/ART Partai Demokrat ke PTUN.

“AD/ART itu yang menjadi tolok ukur keberhasilan nanti dalam gugatan karena pemerintah melihat AD/ART mereka tapi isi dari pasal-pasal dalam AD/ART itu menabrak UU (Partai) Politik, pasal-pasal yang tak demokratis sama sekali, membawa parpol ini dipimpin oleh satu keluarga itu tidak digubris karena pembandingnya tidak ada,” kara salah satu penggagas KLB, Max Sopacua, kepada wartawan, Rabu (31/3).[prs]

  • Bagikan