Connect with us

Hukum

Wamenkumham Sebut Kesadaran Hukum Masyarakat Indonesia Memprihatinkan

Diterbitkan

Pada

Wamenkumham Sebut Kesadaran Hukum Masyarakat Indonesia Memprihatinkan
Wamenkumham, Edward Omar Sharif Hiariej (ist/net)

Realitarakyat.com – Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (Wamenkumham) Prof. Edward Omar Sharif Hiariej menilai kesadaran hukum masyarakat Indonesia secara umum masih sangat memprihatinkan.

“Mau tidak mau, suka tidak suka, kita harus akui bahwa kesadaran hukum masyarakat Indonesia secara keseluruhan masih sangat memprihatikankan,” ucap Wamenkumham di Musyawarah Besar Ikatan Alumni Universitas Pattimura (Ikapatti) di Ambon, Kamis (25/3/2021) malam.

Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam orasi ilmiahnya yang berjudul Membangun Sumber Daya Manusia (SDM) dalam Perspektif Hukum Nasional untuk Kedaulatan Bangsa menuju 100 Tahun Indonesia Sejahtera.

Wamenkumham yang akrab disapa Eddy itu mengatakan kesadaran hukum masyarakat Indonesia memprihatinkan, disebabkan oleh kesadaran dan kepatuhan terhadap hukum bukan berasal dari hati nurani. Hal ini berbeda dengan masyarakat Jepang yang memiliki kesadaran hukum tinggi dan berasal dari dalam diri mereka secara pribadi.

Masyarakat Jepang, kata dia, memandang hukum sebagai otonom dan bukan heteronom, bukan karena paksaan atau takut terhadap undang-undang maupun takut terhadap celaan dari masyarakat dan lain sebagainya.

Karena itu, meskipun jika suatu ketika hukum di Jepang ditiadakan, masyarakatnya masih akan tetap tertib, berbeda dengan di Indonesia.

“Pertanyaannya kenapa, itu karena kesadaran hukum kita bukan berasal dari nurani kita sendiri,” ujarnya.

Dikatakannya lagi, pembangunan hukum merupakan bagian dari pembangunan sebuah bangsa, harus terintegrasi dan bersinergi dengan agenda pembangunan di bidang-bidang lainnya, serta mempeluas proses yang berkelanjutan, termasuk pembangunan SDM.

Pembangunan SDM merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam upaya pencapaian visi Indonesia 2045, yakni terwujudnya Indonesia maju yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong royong, sebagaimana telah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo.

Terkait itu, salah satu yang menjadi sangat penting untuk pembangunan SDM adalah mengasah kapasitas intelektual.

“Dari sini kita dapat melihat pembangunan sumber daya manusia merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam upaya pencapaian visi Indonesia 2045,” kata Wamenkumham. (ant/ndi)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum

Polri Jelaskan Status Keanggotaan 2 Tersangka “Unlawful Killing”

Diterbitkan

Pada

Penulis

Polri Jelaskan Status Keanggotaan 2 Tersangka "Unlawful Killing"
Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan (ist/net)
Baca Berita

Hukum

Seleksi Calon Hakim Agung, KY Ukur Penguasaan Ilmu dan Keahlian

Diterbitkan

Pada

Penulis

Seleksi Calon Hakim Agung, KY Ukur Penguasaan Ilmu dan Keahlian
ilustrasi (ist/net)
Baca Berita

Hukum

Penyidikan Kasus Dugaan Suap, KPK Telusuri Aliran Uang Nurdin Abdullah Lewat Transaksi Perbankan

Diterbitkan

Pada

Penulis

Penyidikan Kasus Dugaan Suap, KPK Telusuri Aliran Uang Nurdin Abdullah Lewat Transaksi Perbankan
Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri (ist/net)
Baca Berita
Loading...