Connect with us

Hukum

Usai Diperiksa KPK, Effendi Gazali Pertanyakan Yang Besar Kapan Dipanggil?

Diterbitkan

Pada

Usai Diperiksa KPK, Effendi Gazali Pertanyakan Yang Besar Kapan Dipanggil?

Realitarakyat.com – Pakar Komunikasi Effendi Gazali meminta penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) untuk memanggil sejumlah nama “besar” dalam kasus suap pengadaan bantuan sosial (bansos) penanganan COVID-19 untuk wilayah Jabodetabek di Kementerian Sosial (Kemensos).

Hal itu disampaikan Effendi usai diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Kementerian Sosial (Kemensos), Matheus Joko Santoso (MJS).

“Pertanyaannya yang paling terakhir begini, saya kan sudah dipanggil nih, kalau KPK benar-benar ingin menegakkan keadilan, yang besar-besar kapan nih dipanggilnya,” kata Effendi di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (25/3/2021).

Saat ditanya lebih lanjut siapa sosok “besar” itu, Effendi mengelak. Dirinya mengklaim lebih berani datang diperiksa KPK dibanding sosok “besar” itu. “Ya, iya dong, Anda tau lah, Anda suka begitu. Saya sudah datang, saya sudah dipanggil memenuhi panggilan walau pun kemarin (panggilannya) cuma di WA, saya datang, nah yang besar-besar kapan nih dipanggilnya,” katanya.

Effendi Gazali bukan hanya kali ini dipanggil tim penyidik KPK. Effendi juga sempat menjadi saksi kasus dugaan suap izin ekspor benur di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang menjerat mantan Menteri KKP Edhy Prabowo.

Effendi yang dipanggil pada Kamis, 4 Maret 2021, diperiksa dalam kapasitasnya sebagai mantan penasihat Menteri KKP Edhy Prabowo.

Pada kasus bansos, Effendi disebut sebagai salah satu pihak yang mendapatkan kesempatan pengerjaan pengadaan bansos COVID-19.

Untuk diketahui, KPK telah menetapkan mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara (JPB) sebagai tersangka penerima suap. Juliari Batubara diduga menerima suap terkait pengadaan barang dan jasa berupa bantuan sosial (bansos) dalam penanganan pandemi Covid-19.

Selain Juliari Batubara, KPK juga menetapkan empat tersangka lainnya. Empat tersangka itu yakni Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Kementerian Sosial (Kemensos), Matheus Joko Santoso (MJS) dan Adi Wahyono (AW) sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam pelaksanaan proyek bantuan sosial (Bansos) COVID-19 di Kemensos .

Kemudian, dua tersangka pemberi suap yakni, Ardian Iskandar Maddanatja alias Ardian Maddanatja yang merupakan Presiden Direktur PT Tiga Pilar Agro Utama atau PT Tigapilar Agro Utama (TPAU/TAU) dengan akronim TIGRA.

Kedua, Sekretaris Umum Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jakarta Pusat periode 2017-2020 sekaligus advokat, Harry Van Sidabukke.

Diduga dalam kasus ini pelaksanaan proyek tersebut dilakukan dengan cara penunjukan langsung para rekanan dan diduga disepakati ditetapkan adanya fee dari tiap-tiap paket pekerjaan yang harus disetorkan para rekanan kepada Kemensos.(Din)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum

Polri Jelaskan Status Keanggotaan 2 Tersangka “Unlawful Killing”

Diterbitkan

Pada

Penulis

Polri Jelaskan Status Keanggotaan 2 Tersangka "Unlawful Killing"
Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan (ist/net)
Baca Berita

Hukum

Seleksi Calon Hakim Agung, KY Ukur Penguasaan Ilmu dan Keahlian

Diterbitkan

Pada

Penulis

Seleksi Calon Hakim Agung, KY Ukur Penguasaan Ilmu dan Keahlian
ilustrasi (ist/net)
Baca Berita

Hukum

Penyidikan Kasus Dugaan Suap, KPK Telusuri Aliran Uang Nurdin Abdullah Lewat Transaksi Perbankan

Diterbitkan

Pada

Penulis

Penyidikan Kasus Dugaan Suap, KPK Telusuri Aliran Uang Nurdin Abdullah Lewat Transaksi Perbankan
Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri (ist/net)
Baca Berita
Loading...