Terbitkan Perpres Investasi Miras, Amien Rais Tuding Jokowi Hancurkan Ahlak Bangsa

  • Bagikan
Terbitkan Perpres Investasi Miras, Amien Rais Tuding Jokowi Hancurkan Ahlak Bangsa
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Langkah Presiden Jokowi yang membuat kebijakan legalisasi minuman keras (miras) di beberapa Provinsi lewat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 memantik kecaman dari publik. Salah satunya mantan Ketua MPR Amien Rais.

Menurutnya, meski dalam Perpres itu disebutkan dibeberapa provinsi tertentu saja, hal tersebut sudah menjadi langkah atau keputusan yang fatal.

Mantan Ketua MPR Amien Rais mengkritik keras kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait legalisasi minuman keras (Miras) di beberapa provinsi tertentu lewat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021.

“Saya yakin sebagian besar umat Islam terkejut, terperangah karena Pak Jokowi lewat Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2021, ternyata sudah melegalisasi perdagangan produksi dan juga konsumsi miras,” kata Amien Rais dalam video berjudul ‘Presiden Telah Menghancurkan Masa Depan Bangsa’ yang diunggah pada kanal YouTube Amien Rais Official, seperti yang dilihat, Senin (1/3/2021).

“Jokowi, sudah membuat langkah yang fatal, secara moral, secara politik karena jelas sekali yang dilakukan pak Jokowi itu, adalah menabrak langsung ketentuan Alquran, dimana khamar atau miras itu dan judi merupakan dosa besar,” sambungnya.

Menurut Amien, Perpres itu membuka sebuah air bah yang akan menenggelamkan akhlak anak muda bangsa Indonesia, termasuk orang tua juga. Bahkan dengan terbitnya Perpres ini, Amien bercerita tentang gaya hidup anak muda di Amerika Serikat saat masih kuliah dulu.

“Ini yang masih saya ingat ketika saya masih di Amerika selama beberapa tahun itu, setiap jumat sore itu mahasiswa kalau ketemu dosennya atau sama mahasiswa. Hari jumat saya mengatakan hey John Have A Nice Weekend, Soon To Much,” ungkap Amien.

“Jadi kepada si Jon mengatakan temannya nikmati Weekend kamu dan jangan minum terlalu banyak, si Jon juga mengatakan, kamu juga ya jangan minum arak atau miras terlalu banyak,” sambungnya.

Cerita itu lanjut Amien, adalah gambaran bahwa di Amerika Serikat sebagai negara yang bebas tetap saling mengingatkan. Bahkan Amien menyebut, angka pembunuhan di Amerika Serikat adalah tertinggi di negara manapun juga.

“Karena mungkin yaitu sudah menenggak miras setiap weekend secara tanpa batas. Jadi Pak Jokowi mungkin maksudnya kita (mengingatkan) seperti itu. Monggo, tapi tugas saya adalah mengingatkan siapa tahu didengar,” tutur Amien.

Tak cukup sampai di situ, Amien Rais kembali mengingatkan Presiden Jokowi tentang haramnya Miras dan Judi sebagaimana dijelaskan dalam surat Almaidah ayat 91. Maka dari itu, pihaknya juga meminta tak hanya Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhammadiyah dan NU, tapi juga seluruh eksponen umat Islam, untuk segera supaya meminta Perpres itu dicabut.

“Mengapa? Ini adalah seruan bagi generasi muda kita. Memang Perpres itu berlaku bagi beberapa wilayah tapi tidak diberikan legalitas seperti itu keadaan kita,” kata mantan Ketua PP Muhammadiyah itu.

Apalagi ini, kata Amien Rais dalam bahasa Jawa itu sudah betul-betul rindi asuddikite, jadi ya memang sudah itu tren masyarakat.

“Mesti nya kita tutup supaya kemudian tidak terjadi kehancuran akhlak generasi muda, menenggak miras, kemudian main judi apalagi. Jadi ini, saya nggak tahu apa yang dimaksudkan oleh Jokowi itu, jadi sudahlah, kadang-kadang saya sampai kehabisan kata-kata, bagaimana ya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Amien Rais menuding langsung Presiden Jokowi lewat Perpres itu sesungguhnya sedang menghancurkan akhlak atau moralitas bangsa.

“Tolong dipikir kembali kalau Anda (Jokowi), kalau bisa ‘surut’ itu berarti besar jiwa Anda, kalau Anda nekat, urusan Anda bukan dengan kita, kita cuma rakyat ya, tapi Anda sudah menantang Allah,” kata Amien.

Terakhir, Amien Rais juga berpesan kepada Wakil Presiden Ma’ruf Amien selaku ulama yang paham hukum Islam atau fiqih.

“Mohon para kiai dan para ulama, juga Pak Ma’ruf Amin, panjenengan bisa mengatakan kepada Pak Presiden ini keliru. Jadi tidak ada salahnya kalau kiai Ma’ruf Amin yang saya anggap tangguh dan paham sekali fiqih Islam di atas rata-rata semua ulama, tolong itu dihentikan,” pungkasnya.[prs]

  • Bagikan