Tepis Anggapan “Turun Kasta”, Petronas Yamaha SRT Akan Lakukan Segalanya untuk Rossi

  • Bagikan
Tepis Anggapan "Turun Kasta", Petronas Yamaha SRT Akan Lakukan Segalanya untuk Rossi
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Valentino Rossi menatap gelaran MotoGP 2021 bersama tim barunya, Petronas Yamaha SRT. Kepindahannya dari tim pabrikan Yamaha ke tim satelit, dianggap sebagai “turun kasta”.

Akan tetapi, Petronas Yamaha SRT tidak berdiam diri. Mereka meyakinkan Rossi bahwa pindah ke tim asal Sepang, Malaysia, tersebut adalah pilihan tepat.

Petronas bakal terus berusaha agar magis maupun aura pebalap berjuluk The Doctor itu tetap bergema pada MotoGP 2021 nanti.

Di sisi lain, tim satelit itu seakan menemukan durian runtuh setelah mampu menggaet Valentino Rossi pada MotoGP musim ini.

Sebab, menaungi ikon MotoGP jelas keuntungan tersendiri yang bisa membesarkan nama mereka.

Melansir BolaSport, Petronas Yamaha SRT sejauh ini telah sukses membangun reputasi mereka dengan menyabet dua gelar juara di kategori tim independen.

Musim lalu Petronas Yamaha SRT juga mendulang sukses besar setelah mencetak enam kemenangan, nyaris separuh dari 14 seri yang diperlombakan.

Alhasil, kehadiran Rossi makin menambah prestise Petronas Yamaha SRT kendati baru dua musim berkiprah di kelas premier MotoGP.

Wilco Zeelenberg mengaku Petronas Yamaha SRT bangga karena berhasil mendatangkan rider sekaliber Rossi.

“Tentu saja kami sangat bangga bisa memiliki Vale,” kata Wilco Zeelenberg, dilansir dari laman resmi MotoGP.

“Dia masih seorang legenda di olahraga ini dan saya rasa dia masih akan tetap menjadi legenda sampai beberapa tahun ke depan,” ucapnya menambahkan.

Namun begitu, merekrut Rossi di satu sisi juga menghadirkan tantangan besar bagi Petronas Yamaha SRT.

Sebab, The Doctor telah lama kehilangan magis sebagai pemenang sembilan gelar juara dunia di MotoGP. Tak perlu jauh-jauh berbicara soal gelar juara, Rossi mengalami paceklik kemenangan sejak 2017.

Pebalap yang telah genap berusia 42 tahun tersebut juga tak lagi rutin bersaing di posisi depan.

Musim lalu Rossi sebenarnya sempat menunjukkan tanda-tanda kebangkitan ketika berhasil finis di posisi podium pada balapan seri kedua di Sirkuit Jerez.

Namun, kebangkitan Rossi tertutupi dengan rentetan hasil gagal finis di samping dia harus menepi dalam dua seri karena tertular Covid-19.

Rossi pun harus puas bertengger di peringkat ke-15 pada klasemen akhir MotoGP 2020, catatan paling buruk sepanjang kariernya.

“Saya ingin mengeluarkan sesuatu hal yang ekstra dari dia. Kami akan melakukan segalanya untuk membuatnya kembali ke podium,” tandas Zeelenberg.

  • Bagikan