Connect with us

Daerah

Tak Terima Dilaporkan, Mantan Kades Penujak Polisikan Kades Saat Ini

Diterbitkan

Pada

Tak Terima Dilaporkan, Mantan Kades Penujak Polisikan Kades Saat Ini

Realitarakyat.com – Mantan Kepala Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, NTB, Lalu Dikjaya resmi melaporkan Kades Penujak saat ini Lalu Suharto di Polres Lombok Tengah.

Lalu Dikjaya ketika di temui wartawan di Polres setempat, mengatakan dirinya bersama warga Desa Penujak, akan melaporkan kepala desa setempat yakni Lalu Suharto, dengan laporan pencemaran nama baik melalui media masa atas tuduhan dan tudingan Kepala desa yang menilai pihaknya tidak memiliki bukti yang jelas atas klaim sebidang tanah yang terletak di Desa Penujak.

“Saya di laporkan di Polsek Praya Barat, dan sekarang saya balik lapor Kepala Desa Penujak,” katanya saat di jumpai di Mapolres Loteng, Senin (22/3/2021).

Menurutnya, semua berkas klaim atas hak tanah miliknya di desa Penujak yang saat ini menjadi aset Pemerintah baik desa maupun Kabupaten Lombok Tengah secara keseluruhan ada dan menjadi dokumen kepemilikan yang sah. Sehingga pihaknya  jangka waktu 10 hari memberikan kesempatan kepada Pemerintah Desa Penujak agar mengosongkan kantor desa setempat. “Kami akan ambil dan kuasai nanti setelah 10 hari.” Tegasnya.

Sebelumnya, di kabarkan  kepala desa Penujak, Kecamatan Praya Barat, L Suharto berang dan menempuh jalur hukum dengan melaporkan mantan Kades setempat, L Dikjaya. Lantaran mengklaim tanah di atas bangunan kantor desa dan lapangan umum desa sebagai tanah waris dari almarhum HL. Abdul Wahid.
Laporan ini atas  dugaan kasus  penggeregahan ini karean mantan kades dan pihak ahli waris memasang plang penguasaan tanah di atas tanah kantor desa pada Jumat pekan lalu. ” Mantan kades dan ahli waris lainnya juga memasang plang dan menyegel tanah di atas gedung serbaguna. Sementara lapangan umum desa dipasangkan plang, termasuk di atas tanah TK Pertiwi atau eks kantor Desa Penujak. Adapun isi tulisan dalam plang, tanah ini dalam pengusaan ahli waris H.L. Abdul Wahid”. Katanya.

Menurutnya,  ahli waris mengkalim tanah itu berdasarkan bukti yang kuat, mulai dari peta blok, pipil, SPPT, dan juga surat keterangan ahli waris yang sudah ditanda tangani oleh pemerintah desa.

Berkaitan dengan perpindah kepemilikan atas tanah tersebut, ahli waris menjelaskan bahwa tidak pernah terjadi perpindahan dari almarhum kakeknya. Tanah itu berasal dari tanah adat tersebut merupakan warisan secara turun termurun dan tidak pernah diperjual belikan.(LS)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Daerah

Soal SK Komisaris, OJK Bakal Bertindak Sesuai Aturan

Diterbitkan

Pada

Soal SK Komisaris, OJK Bakal Bertindak Sesuai Aturan
Baca Berita

Daerah

Ketua DPRD Loteng  Soroti Banyaknya  Aset Daerah Tak Di Fungsikan

Diterbitkan

Pada

Penulis

Ketua DPRD Loteng  Soroti Banyaknya  Aset Daerah Tak Di Fungsikan
Baca Berita

Daerah

Buka Lombok Food Festival, Bunda Niken Dorong Semangat Enterpreneur Perempuan

Diterbitkan

Pada

Penulis

Buka Lombok Food Festival, Bunda Niken Dorong Semangat Enterpreneur Perempuan
Baca Berita
Loading...