Connect with us

Politik

Syarief Hasan: Donald Trump Sering Memicu Isu Rasisme

Diterbitkan

Pada

Syarief Hasan: Donald Trump Sering Memicu Isu Rasisme

Realitarakyat.com – Wakil Ketua MPR RI, Syarief Hasan, menyoroti kasus rasisme anti keturunan Asia, khususnya keturunan China yang terjadi di Amerika Serikat.

Menurutnya, Amerika Serikat ini memang sangat kompleks sekali persoalannya.

“Tapi sebenarnya banyak persoalan yang sudah mulai di atasi sedikit demi sedikit kemudian muncul lagi pemicu,” kata Syarief dalam Diskusi Pilar MPR RI “Menyoal Rasisme Anti Asia Di AS, Bagaimana Nasib WNI Kita?” di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (29/3/2021).

Meski tidak langsung menuding mantan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, namun Syarief bilang setiap statement Presiden itu sangat menentukan.

“Kita tidak mengatakan biang keroknya tetapi sebenarnya seorang presiden kan itu harus bisa membaca kira-kira isu yang paling kritis. Isu yang paling sensitif di negaranya kan harus apa. Jadi dia (Donald Trump – red) begitu memberikan statement yang cukup memicu,” papar Syarief.

Ia menambahkan, banyak statment-statmennya yang kadang masih bisa menjadi influencer bagi siapapun untuk melakukan tindakan-tindakan yang tidak diharapkan. Apalagi, masalah tentang Rasisme di AS sendiri sebenaranya begitu banyak.

“Kalau kita lihat dari tahun 2011 sampai sekarang sudah puluhan ribu. Untuk perlakuan rasisme yang dialami orang Indonesia ini, itu penangannannya kurang lebih antara 68-73%. Artinya tidak semuanya ditangani dengan bagus,” terang Syarief.

Atas kenyataan tersebut, sambung anggota legislatif dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Bogor dan Cianjur ini, sudah menjadi kewajiban negara untuk melindungi seluruh bangsa dan negara Republik Indonesia.

Meski Undang-undang Nomor 1 yang mengatur tentang Konvensi Wina sudah lama dilakukan kemudian muncul lagi Undang-Undang Nomor 37, kemudian Undang-Undang 39 dan sebagainya. Ditambah Peraturan Menteri Luar Negeri juga sudah mengharapkan itu.

“Sehingga dimanapun ada warga negara berada itu harus dilindungi secara total dan tindak lanjutnya sementara antara multilateral dan bilateral dan sebagainya, sudah diatur dalam banyak undang-undang,” jelas Syarief.

”Tetapi yang menjadi pertanyaan, bagaimana sebenarnya supaya pemerintah kita itu bisa melindungi warga negara republik Indonesia yang ada di luar negeri,” tukasnya.[prs]

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Politik

Perawat Di Palembang Dianiaya, Legislator Asal Sumsel: Pelaku Mesti Dihukum

Diterbitkan

Pada

Perawat Di Palembang Dianiaya, Legislator Asal Sumsel: Pelaku Mesti Dihukum
Baca Berita

DPR

Pemindahan Ibu Kota Penting Dilakukan, Ini Alasan Wakil Ketua Komisi VI DPR

Diterbitkan

Pada

Penulis

Pemindahan Ibu Kota Penting Dilakukan, Ini Alasan Wakil Ketua Komisi VI DPR
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Gde Sumarjaya Linggih (ist/net)
Baca Berita

Daerah

DPD Demokrat NTT Ikhlaskan Putusan MK Soal Orient

Diterbitkan

Pada

Penulis

DPD Demokrat NTT Ikhlaskan Putusan MK Soal Orient
Ketua DPD Partai Demokrat Nusa Tenggara Timur Jefry Riwu Kore (ist/net)
Baca Berita
Loading...