Connect with us

Ekonomi

Soal Polemik Impor Beras, Anggota DPR Minta Tata Kelola Diperbaiki

Diterbitkan

Pada

Soal Polemik Impor Beras, Anggota DPR Minta Tata Kelola Diperbaiki
anggota Komisi IV DPR RI, I Made Urip (ist/net)

Realitarakyat.com – Pemerintah diminta memperbaiki tata kelola beras untuk mendorong kedaulatan pangan dalam negeri. Hal itu menyusul rencana pemerintah untuk impor beras yang belakangan mengundang polemik.

Demikian disampaikan anggota Komisi IV DPR RI, I Made Urip, kepada wartawan, saat melakukan gerakan tanam pohon, di Waduk Rawa Lindung, Jakarta Selatan, Minggu (21/3/2021).

“Kondisi terkait beras di dalam negeri ini harus diubah dari hulu ke hilir,” katanya

Menurut dia, dari sisi hulu, pemerintah didorong mengoptimalkan bantuan kepada petani di antaranya mesin pengering sehingga ketika musim hujan, gabah yang dipanen petani bisa cepat kering.

Dengan begitu, lanjut dia, penyerapan gabah petani dari Bulog juga akan tinggi sehingga memberikan kepastian dan nilai ekonomi bagi petani.

Sedangkan dari sisi hilir, ia meminta agar sirkulasi beras di gudang Bulog berjalan karena kondisi saat ini beras menumpuk.

Penyebabnya, lanjut dia, karena program sosial sudah diubah menjadi bantuan pangan nontunai.

Meski begitu, ia mendorong agar beras yang menumpuk di gudang Bulog dikeluarkan misalnya dioptimalkan untuk beras kesejahteraan rakyat di antaranya bantuan bagi masyarakat terdampak COVID-19.

“Jadi kalau sekarang importasi lagi, dimana ditaruh? Beras itu kan harus dipelihara, maintenance dijaga betul supaya berkualitas, tidak busuk dan berkutu,” ucap politikus asal Bali itu.

Ia juga menilai rencana impor beras juga tidak tepat dilakukan karena produksi beras sedang surplus.

Begitu juga apabila kondisi sedang tidak surplus, impor bisa dihindari dengan cara pengadaan harus dilakukan di dalam negeri.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), potensi produksi beras periode Januari-April 2021 diperkirakan mencapai 14,54 juta ton.

Jumlah itu mengalami kenaikan 3,08 juta ton atau 26,84 persen dibandingkan dengan produksi beras pada subround yang sama pada 2020 sebesar 11,46 juta ton.

Sementara itu, berdasarkan data Bulog yang diolah Badan Ketahanan Pangan pada 7 Maret 2021, stok beras Bulog sebesar 869.151 ton.

Stok itu terdiri dari stok komersial sebesar 25.828 ton dan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebesar 843.647 ton.

Adapun CBP minimal sebesar 1,5 juta ton. Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan berencana melakukan impor beras sebanyak satu juta ton karena pasokan berkurang.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi pada konferensi pers virtual Jumat (19/3) menjelaskan dari stok beras itu, ada sekitar 270 ribu ton beras yang diimpor pada 2018 diperkirakan turun mutu.

Sehingga stok beras Bulog diperkirakan akan berkurang mencapai sekitar 500 ribu ton jika dikurangi beras yang turun mutu itu.

Di sisi lain, lanjut dia, penyerapan gabah petani oleh Bulog juga rendah yang hingga pertengahan Maret 2021 mencapai sekitar 85 ribu ton.

Penyebabnya, kata dia, di antaranya karena gabah basah akibat musim hujan. (ndi)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekonomi

Penuhi Kebutuhan Jelang Lebaran, BCA Siapkan Uang Tunai Rp53 Triliun

Diterbitkan

Pada

Penulis

Penuhi Kebutuhan Jelang Lebaran, BCA Siapkan Uang Tunai Rp53 Triliun
ilustrasi (ist/net)
Baca Berita

Ekonomi

Menkop Apresiasi Indeks Kepercayaan UMKM kepada Pemerintah Meningkat

Diterbitkan

Pada

Penulis

Menkop Apresiasi Indeks Kepercayaan UMKM kepada Pemerintah Meningkat
Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki (ist/net)
Baca Berita

Daerah

Pemerintah Diminta Beri Bantuan Kebutuhan Pokok bagi Warga Terdampak Larangan Mudik

Diterbitkan

Pada

Penulis

Pemerintah Diminta Beri Bantuan Kebutuhan Pokok bagi Warga Terdampak Larangan Mudik
ilustrasi (ist/net)
Baca Berita
Loading...