Connect with us

Metropolitan

Soal Kekhawatiran Dampak Vaksin AstraZeneca, Wagub DKI akan Ikuti Kebijakan Pusat

Diterbitkan

Pada

Soal Kekhawatiran Dampak Vaksin AstraZeneca, Wagub DKI akan Ikuti Kebijakan Pusat
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (ist/net)

Realitarakyat.com – Di tengah masih berpolemiknya persoalan halal dan haram vaksin Covid-19 AstraZeneca, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, menyebut mereka mengikuti kebijakan dari pemerintah pusat.

“Kami mengikuti apa yang menjadi kebijakan pemerintah terkait vaksin ya. Apapun vaksin yang disiapkan oleh pusat, kami akan menerimanya dan menggunakannya sebaik mungkin untuk masyarakat Jakarta,” kata dia, di Balai Kota Jakarta, Senin (22/3/2021) malam.

Tentu, lanjut dia, ada kekhawatiran di masyarakat namun dirinya meyakini pemerintah pusat tidak akan sembarangan dalam menentukan jenis vaksin hingga sumbernya, dengan melalui proses penelitian, pencermatan yang panjang.

“Dan apapun yang diputuskan, saya yakin itu lah yang terbaik yang harus kita laksanakan bersama-sama. Kalau soal kekhawatiran, namanya pemerinta tentu ingin warganya aman, selamat, sehat, jadi tentu ssemua sudah melalui proses kajian, penelitian, dan sebagainya,” ujar dia.

“Semua instansi terkait pasti melakukan pengecekan, diskusi dengan para ahli, pakar, dan akhirnya apapun yang diputuskan itulah yang terbaik. Tugas kami tinggal melaksanakan vaksinasi di wilayah Jakarta,” kata dia.

Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia sudah memberikan fatwa vaksin AstraZeneca diperbolehkan untuk diberikan meski disebut haram karena mengandung enzim tripsin babi. Terlebih ketersediaan vaksin Corona halal disebut sangat terbatas sehingga bisa digunakan dalam keadaan darurat.

“Ketentuan hukum yang pertama, vaksin AstraZeneca hukumnya haram karena dalam proses tahap produksinya memanfaatkan enzim yang berasal dari babi. Walau demikian, yang kedua, penggunaan vaksin Covid-19 Produk AstraZeneca pada saat ini hukumnya dibolehkan,” kata Ketua Bidang Fatwa MUI, Asrorun N Sholeh.

Namun belakangan, pihak AstraZeneca membantah vaksin Corona mereka mengandung unsur babi. Disusul pernyataan vaksin yang sudah digunakan di sejumlah negara muslim seperti Arab Saudi hingga Kuwait.

“Kami menghargai yang disampaikan oleh MUI. Penting untuk dicatat bahwa vaksin Covid-19 AstraZeneca merupakan vaksin vektor virus yang tidak mengandung produk berasal dari hewan,” jelas AstraZeneca Indonesia dalam keterangan tertulisnya, Minggu (21/3).

Hal tersebut sudah dikonfirmasi Badan Otoritas Produk Obat dan Kesehatan Inggris yang menegaskan, semua tahapan produksi vaksin AstraZeneca tidak ada satupun yang memanfaatkan produk turunan babi.

“Semua tahapan proses produksinya, vaksin vektor virus ini tidak menggunakan dan bersentuhan dengan produk turunan babi atau produk hewani lainnya,” lanjut AstraZeneca.

“Vaksin ini telah disetujui di lebih dari 70 negara termasuk Arab Saudi,UEA, Kuwait, Bahrain, Oman, Mesir, Aljazair, dan Maroko dan banyak Dewan Islam di seluruh dunia telah menyatakan sikap bahwa vaksin diperbolehkan untuk para muslim,” tulis AstraZeneca. (ant/ndi)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Daerah

Baznas Kabupaten Bekasi Permudah Layanan Zakat di Bulan Ramadhan

Diterbitkan

Pada

Penulis

Baznas Kabupaten Bekasi Permudah Layanan Zakat di Bulan Ramadhan
Ketua Baznas Kabupaten Bekasi Abdul Aziz (ist/net)
Baca Berita

Metropolitan

Mulai Tadi Malam, Polda Metro Razia Knalpot Bising di Sejumlah Titik

Diterbitkan

Pada

Penulis

Mulai Tadi Malam, Polda Metro Razia Knalpot Bising di Sejumlah Titik
ilustrasi (ist/net)
Baca Berita

Headline

Polda Metro Periksa 6 Saksi Terkait Pengeroyokan yang Merenggut Nyawa Anggota Brimob di Melawai

Diterbitkan

Pada

Penulis

Polda Metro Periksa 6 Saksi Terkait Pengeroyokan yang Merenggut Nyawa Anggota Brimob di Melawai
Baca Berita
Loading...