Connect with us

Politik

Sindir Balik Moeldoko, Syarief Demokrat: Ideologi Kita Nasionalis-Religius, Kalau Mereka Apa?

Diterbitkan

Pada

Sindir Balik Moeldoko, Syarief Demokrat: Ideologi Kita Nasionalis-Religius, Kalau Mereka Apa?

Realitarakyat.com – Anggota Majelis Tinggi Partai (MTP) Demokrat, Syarief Hasan, menyindir balik soal ideologi yang diusung Partai Demokrat pimpinan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko.

Sindiran berupa pertanyaan balik itu dilontarkan Syarief merespons pernyataan Moeldoko soal tarikan ideologis dalam tubuh Partai Demokrat serta mengklaim ada pertarungan ideologi yang kuat menjelang 2024.

Syarief membantah pernyataan Moeldoko tersebut, dan menyatakan bahwa Demokrat tetap mengusung ideologi nasionalis-religius hingga saat ini.

“Kalau kita jelas nasionalis-religius, Pancasila menjadi dasar falsafah kita. Kalau mereka apa?” kata Syarief kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Senin (29/3/2021).

Dia pun menyindir Moeldoko–yang mulanya bukan kader Demokrat saat didaulat jadi ketua umum oleh kubu Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang–untuk menyanyikan mars partai tersebut. Menurutnya, Mars Partai Demokrat mengandung makna dari semangat serta tujuan parpol tersebut.

“Bahkan kalau Pak Moeldoko paham betul, coba lah Pak Moel nyanyikan Mars Partai Demokrat. Di situ lah ikhtiar, di situ lah doa, di situ lah semangat, di situ lah tujuan,” kata Wakil Ketua MPR ini.

Diketahui, Moeldoko setelah terpilih jadi Ketum Demokrat dalam KLB Deliserdang pada 5 Maret lalu, baru muncul ke publik lewat video pernyataan via media sosialnya pada Minggu (28/3).

Dalam rekaman video tersebut, Moeldoko bicara soal tarikan ideologis dalam tubuh Partai Demokrat. Moeldoko juga mengklaim ada pertarungan ideologis yang kuat menjelang 2024.

Menurut Moeldoko, pertarungan ideologis ini terstruktur dan mudah dikenali. Hal ini, menjadi ancaman bagi cita-cita menuju Indonesia Emas 2045.

“Ada sebuah situasi khusus dalam perpolitikan nasional, yaitu telah terjadi pertarungan ideologis yang kuat menjelang 2024,” kata Moeldoko dalam video yang yang diunggah di akun Instagramnya @dr_Moeldoko pada Minggu (28/3).

Soal tarikan ideologis di tubuh Demokrat, Moeldoko menyebut hal itu jadi salah satu alasan dirinya bersedia menjadi ketua umum partai berlambang Bintang Mercy.

“Jadi ini bukan sekedar menyelamatkan Demokrat, tapi juga menyelamatkan bangsa. Itu semua berujung pada keputusan saya menerima permintaan untuk memimpin Demokrat, setelah tiga pertanyaan yang saya ajukan dijawab dengan baik oleh rekan-rekan sekalian,” tuturnya.[prs]

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Headline

Diiuskan Kembali Masuk Kabinet, Tiga Petinggi PAN Ini Berpeluang Masuk Dalam Kabinet Jokowi-Ma’ruf

Diterbitkan

Pada

Diiuskan Kembali Masuk Kabinet, Tiga Petinggi PAN Ini Berpeluang Masuk Dalam Kabinet Jokowi-Ma'ruf
Baca Berita

Headline

Pengamat Politik : MLB PKB Bisa Terjadi Jika Kekuatan Eksternal Bersatu Dengan Kekuatan Internal

Diterbitkan

Pada

Pengamat Politik : MLB PKB Bisa Terjadi Jika Kekuatan Eksternal Bersatu Dengan Kekuatan Internal
Baca Berita

Headline

Idris Lena : Elektabilitas Airlangga Cukup Tinggi, karena Kinerjanya Dinilaai Positif

Diterbitkan

Pada

Idris Lena : Elektabilitas Airlangga Cukup Tinggi, karena Kinerjanya Dinilaai Positif
Baca Berita
Loading...