Sekjen DPR RI Dituduh Lakukan Plagiat Terhadap Buku Berjudul “Kiat -Kiat Terhindar Dari Korupsi”

  • Bagikan
Sekjen DPR RI Dituduh Lakukan Plagiat Terhadap Buku Berjudul "Kiat -Kiat Terhindar Dari Korupsi"
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Sekjen DPR RI Indra Iskandar, Inspektur Utama (Irtama) DPR RI Setyanta Nugraha alias Totok dan Piping Effrianto Auditor Madya DPR RI, dituding melakukan plagiarisme terhadap Buku Berjudul ” Kiat – kiat Terhindar Dari Korupsi, Mitigasi Risiko PA/KPA Dalam Pengadaan Barang Dan Jasa” Mereka dianggap meniru tulisan dari buku sebelumnya yang
telah di daftarkan di ISBN (International Standard Book Number) dengan Nomor 978 602 5951 65 7.

Inilah Buku Terbitan DPR RI yang dituduh Plagiat

BUKU MITIGASI RISIKO

 

Menanggapi hal tersebut,Sekjen DPR RI Indra Iskandar mengatakan dirinya tidak tau buku tersebut ada plagiat.

“Kalau judulnya mirip tapi isinya pasti beda, jadi kalau ada yang bilang plagiat, itu karena karena belum baca detail bukunya,” Ucap Sekjen DPR RI Indra Iskandar kepada Realitarakyat.com lewat watshapp, Jumat (12/3/2021).

BUKU 1 — PA-KPA TERBARU + cover

Buku Terbitan Pertama

Ditempat terpisah, salah satu Penulis buku pertama dengan Judul “Kiat -Kiat Terhindar Dari Korupsi, Mitigasi Risiko PA/KPA Dalam Pengadaan Barang Dan Jasa Berdasarkan Peraturan Presiden No 16 Tahun 2018 Tentang Pengadaan barang dan Jasa Pemerintah”
R Dio Primasatya mengatakan dirinya sangat kecewa terdap penerbitan buku yang dilakukan Sekjen DPR RI tersebut.

Sekjen DPR RI Dituduh Lakukan Plagiat Terhadap Buku Berjudul "Kiat -Kiat Terhindar Dari Korupsi"

“Kalau dari kami tim penulis sebelumnya berharap semoga buku yang baru itu di take down saja supaya tidak ada buku dengan substansi yang mirip sama sama beredar di masyarakat, kalaupun memang inginĀ  mengeluarkan buku baru, seharusnya bisa mengacu pada perpres yang terbaru tidak berpatokan ke perpres seperti pada buku sebelumnya. “Ucapnya.

Bahkan Pria dengan panggilan Dio ini mengatakan Untuk pendaftaran buku Sekjen DPR RI di desember 2020, sedangkan buku mereka sebelumnya sudah terdaftar pada awal tahun 2020 dan sudah beredar dengan International Standard Book Number (ISBN) terdaftar dengan nomor 978 602 5951 65 7.Sekjen DPR RI Dituduh Lakukan Plagiat Terhadap Buku Berjudul "Kiat -Kiat Terhindar Dari Korupsi"

Dio juga mengakui, ada salah satu tim mereka yang dulu bersama saat ini telah menjabat sebagai Auditor Madya di DPR RI bernama Piping Effrianto ikut menyusun buku tersebut, akan tetapi beliau tidak pernah minta izin atau meberitahukan ke kami terkait akan menulis buku kembali dengan isi dan subtansi yang sama.

“Benar mas di buku yang baru ini ada tim kami, beliau dulunya atasan kami, terus beliau pindah instansi dan keluarkan buku yang baru dengan tulisan yang sama, dari segi judul dan tampilan terlihat beda, secara poin sama, dan isinya hampir sama, dan kami merasa
kecewa tiba-tiba ada buku yang baru tampa pemberitahuna ke kami, kami sebagai penulis merasa kecewa karena tidak ada pemberitahuan atau izin,kepada tim yang sebelumnya.” Ucap Dio.

Ditempat terpisah, salah seorang Mahasiswa bernama Irfan mengatakan, seharusnya Sekjen DPR RI sebagai lembaga tinggi negara harus memberikan contoh tidak melanggar hukum.

Sekjen DPR RI Dituduh Lakukan Plagiat Terhadap Buku Berjudul "Kiat -Kiat Terhindar Dari Korupsi"“Saya melihat, penulisnya bukannya melakukan cek and ricek, malah melakukan tindakan yang mengedepankan kekuasaan,mendaftarkan buku tersebut ke Dirjen HAKI untuk mendapatkan pengakuan hak cipta,gile aja, emang kalau sekjen DPR, Irtama dan Auditor Madya DPR RI bisa semaunya, dan yang lucunya Kemekumham lewat Dirjen Kekayan Intelektual mengakuinya, padahal saat acara bedah bukunya tersebut telah banyak yang protes dan ada juga yang memberi catatan footnote yang salah,” Ucap Irfan.

Lanjut Irfan, Sebagai Mahasiswa Saat ini yang berperan penting adalah integritas para penulis, termasuk penulis awal yang tidak dilibatkan. Namun jika sekjen DPR RI Indra Iskandar megaku tidak melukan plagiatĀ  tidak masalah,akan tetapi ingat sekarang orang mudah melacak di jejak digital dan sanksinya moral.

Yuotube saat acara Bedah buku di DPR RI sempat menjadi Perdebatan

“Ya kalau menurut saya, jika Sekjen DPR RI bapak Indra tidak mengaku itu plagiat biarkan saja mas,sekarang orang mudah melacak di jejak digital dan dan kita bisa baca mulai dari kata pengantar sampai akhir buku itu, dan biarkan saja jika tidak di cabut Hak Patennya masyarakat yang memberikan sanksinya moral” Tututupnya.(ilm)

  • Bagikan