Connect with us

Politik

Pilpres AS Ikut Jadi Biang Kerok Kejahatan Rasial Anti Asia

Diterbitkan

Pada

Pilpres AS Ikut Jadi Biang Kerok Kejahatan Rasial Anti Asia

Realitarakyat.com – Ketegangan politik saat Pemilu Presiden Amerika Serikat (Pilpres AS) pada 3 November 2020 yang lalu ikut menjadi biang kerok makin tingginya angka kejahatan rasial di negara tersebut, termasuk terhadap warga negara Asia dan baru-baru ini juga menimpa dua orang remaja Indonesia di sana.

Wakil Ketua MPR RI Fraksi Partai Demokrat, Syarief Hasan mengungkapkan statemen rasis yang berulang kali dilontarkan oleh Donald Trump saat kampanye Pilpres, sangat membekas bagi warga negara Amerika Serikat hingga saat ini.

“Kita tidak mengatakan sebagai biang keroknya, tetapi saat kampanyenya Trump banyak mengangkat isu yang paling sensitif terutama rasisme di negaranya. Jadi dia begitu memberikan statemen yang cukup memicu, hingga hari ini,” ujar Syarief dalam Diskusi Pilar MPR RI “Menyoal Rasisme Anti Asia Di AS, Bagaimana Nasib WNI Kita?” di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (29/3/2021).

Selain itu, anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat itu, juga menuding bahwa Pilprs Amerika tahun 2020 adalah Pemilu terburuk sepanjang sejarah negara tersebut.

Menurutnya, Amerika sebagai negara dengan demokrasi yang menjadi acuan negara lain tak terlihat saat Pilprs 2020. Demokrasi AS, lanjut Syarief terlihat sangat anti tesis dari kenyataan yang diketahui oleh publik.

“Pemilu Presiden Amerika tahun 2020 adalah Pemilu Presiden terburuk dibandingkan Pemilu sebelumnya. Bahkan dapat disampaikan bahwa sistem Demokrasi Amerika saat ini telah gagal,” tegasnya.

Senada dengan itu, Anggota MPR RI Fraksi Partai Golkar, Christina Aryani mngaku sangat menyayangkan narasi rasis yang beberapa kali dilontarkan oleh Trump dimasa kampanye Presiden. Karena hal itu akibatnya saat ini menjadi semakin meluas, oleh dukungan masalah sosial baru yang dipicu oleh pandemi Covid-19.

“Saat ditanya apakah setuju kalau dikatakan PresidenTrump menjadi biang kerok untuk mencuatkan atau menjadi anti rasisme masyarakat ini semakin luas? jelas Donald Trump harus dipersalahkan. Karena kata-katanya yang memprovokasi di waktu kampanye,” tegasnya.

Untuk itu Christina Aryani, menyatakan sangat menyesalkan apa yang terjadi saat ini di Amerika Serikat.

“Jadi kami sangat menyesalkan apa yang terjadi, karena ini menimbulkan dan kekhawatiran serta ketakutam, tentunya ini tidak hanya dialami oleh warga neegara Indonesia yang saat iniberada di Amerika tetaapi juga warga negara keturunan Asia lain,” terangnya.

Sebelumnya kejahatan rasial dalam bentuk bpenyerangan fisik, terjadi terhadap dua remaja warga negara Indonesia di Philadelpia, Amerika Serikat.

Dua remaja WNI itu mengalami penyerangan pada Minggu, 21 Maret 2021, saat sedang menunggu kereta di sebuah stasiun di Philadelpia. Empat laki-laki tak dikenal mendatangi mereka, lalu menampar dan memukul dua WNI tersebut. Penyerangan tersebut terjadi di tengah maraknya serangan anti-Asia di Amerika Serikat.[prs]

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Politik

Legislator PKS Usulkan 2 Insentif Konsekuansi Larangan Mudik

Diterbitkan

Pada

Legislator PKS Usulkan 2 Insentif Konsekuansi Larangan Mudik
Baca Berita

Politik

Nama Pendiri NU Hilang dari Kamus Sejarah, PAN: Ini Kecerobohan Nadiem yang Ketiga

Diterbitkan

Pada

Nama Pendiri NU Hilang dari Kamus Sejarah, PAN: Ini Kecerobohan Nadiem yang Ketiga
Baca Berita

Politik

Klaim Berbeda, PKS: Oposisi Kita Bentuk Kekuatan Penyeimbang

Diterbitkan

Pada

Klaim Berbeda, PKS: Oposisi Kita Bentuk Kekuatan Penyeimbang
Baca Berita
Loading...