Pemprov DKI Butuh Kerja Sama Masyarakat Ciptakan Ketertiban Jalur Sepeda

  • Bagikan
Pemprov DKI Butuh Kerja Sama Masyarakat Ciptakan Ketertiban Jalur Sepeda
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membutuhkan kerja sama yang baik dengan warga masyarakat, khususnya para pengguna jalan raya, untuk menciptakan ketertiban di jalur sepeda yang rencananya bakal diperbanyak dan dipermanenkan di Ibu Kota.

Demikian disampaikan oleh Wakil Gubernur (Wagub) DKI, Ahmad Riza Patria. Dimana dia pun mengungkapkan bahwa pihaknya kita tengah menyiapkan regulasi untuk penggunaan jalur sepeda tersebut. Namun tetap membutuhkan kerja sama dari warga masyarakat.

“Kami sudah menyiapkan regulasi untuk jalur khusus pesepeda. Tapi memang masih banyak kekurangan dengan banyaknya pelanggaran, termasuk pesepeda yang keluar jalur dan koridor. Namun semuanya tidak bisa dilimpahkan kepada pemprov. Kami butuh kerjasama yang baik dari masyarakat,” kata Riza di Jakarta, Minggu (7/8/2021).

Dia menyebutkan Pemprov DKI Jakarta perlu kerja sama dengan kesadaran bersama yang baik dengan semua pihak atas kondisi tersebut, karena sejauh ini pemprov telah menyediakan sarana hingga regulasi.

“Yang pesepeda di jalurnya, tidak boleh menggunakan jalur lain. Sepeda motor juga jangan mengganggu jalur sepeda. Jadi masing-masing,” ujar Riza.

Menurut dia, semua kebijakan yang ada telah diatur, baik itu bagi kereta, light rail transit (LRT), Mass Rapid Transit (MRT), bus TransJakarta, angkutan perkotaan (angkot), hingga taksi. Bahkan ojek sampai sepeda motor pun telah di atur agar dapat tertata dengan baik.

“Tugas Pemprov membuat masterplan transportasi sebaik mungkin. Dan alhamdulillah kita sudah keluar dari 10 besar dari kota macet,” ucapnya.

Riza menambahkan DKI Jakarta terus meningkatkan jumlah jalur sepeda, bahkan tahun ini pihaknya telah mengembangkan jalur sepeda hingga sampai 80 kilometer.

“Kami ingin bahwa ke depan masyarakat kita menggunakan sepeda tidak hanya untuk kepentingan olah raga, rekreasi, tetapi ke depan bisa menjadi alat transportasi,” tukas dia. (ant/rsa)

  • Bagikan