Connect with us

Daerah

Pemkab Bekasi Ajukan Dua Pasar Tradisional Jadi Pasar Berstandar SNI

Diterbitkan

Pada

Pemkab Bekasi Ajukan Dua Pasar Tradisional Jadi Pasar Berstandar SNI
Sekretaris Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi, Andi Suhandhi (ist/net)

Realitarakyat.com – Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mengajukan dua pasar tradisional yaitu Pasar Tarumajaya dan Pasar Kedung Gede menjadi pasar dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) setelah mengikuti program Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Sekretaris Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi Andi Suhandhi mengatakan dua pasar tersebut diproyeksikan mampu meraih predikat pasar SNI sehingga ke depan memiliki daya saing tinggi.

“Dua pasar ini cukup menjanjikan, selain memiliki lahan yang luas akses menuju lokasi pasar juga cukup bagus,” katanya, di Cikarang, Selasa (30/3/2021).

Andi menyebut setidaknya ada 33 kriteria pasar ber-SNI yang telah ditetapkan Provinsi Jawa Barat di antaranya pasar rakyat harus memenuhi syarat kebersihan, kesehatan, keamanan, dan kenyamanan.

Kemudian, memenuhi persyaratan teknis meliputi pengaturan tentang zonasi, ruang dagang, koridor, pos ukur ulang, dan sidang tera. Selain itu, memenuhi persyaratan pengelolaan terkait dengan manajemen pengelolaan pasar secara profesional.

“Konsep pasar rakyat yang layak dinikmati, wajarnya seperti kita masuk ke mal, enak dan nyaman. Ada tertib bersih, parkiran juga tidak semrawut,” katanya.

Andi optimistis kedua pasar yang diajukan Pemerintah Kabupaten Bekasi ini berpotensi besar lolos menjadi pasar ber-SNI dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Setiap pasar yang dinyatakan telah memenuhi persyaratan menjadi pasar ber-SNI, juga akan mendapatkan bantuan hibah sebesar Rp15 miliar dari provinsi untuk membangun pasar tersebut.

“Itu sudah menjadi program dan prototype dari Jawa Barat untuk menyeragamkan pasar ber-SNI se-Jabar. Jadi Pemerintah Kabupaten Bekasi hanya menyediakan lahan yang ada dengan lingkungan saja, nanti Jabar yang memberikan program bantuan untuk pembangunan pasarnya,” ucapnya.

Andi mengatakan pasar ber-SNI tersebut nantinya akan menjadi pusat kegiatan jual beli masyarakat Kabupaten Bekasi dengan mengedepankan tradisi lokal.

“Pasar rakyat ya tradisional, nanti di dalamnya ada agen grosir, pengecer, dan lainnya,” kata dia. (ant/ndi)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Daerah

Awal Ramadhan Hingga tanggal 19 April Mendatang, ASN Pemkab OKU Bekerja dari Rumah

Diterbitkan

Pada

Penulis

Awal Ramadhan Hingga tanggal 19 April Mendatang, ASN Pemkab OKU Bekerja dari Rumah
Baca Berita

Daerah

Bupati Luncurkan Siak TV Yang Dapat Dijangkau di Satelit Telkom 4

Diterbitkan

Pada

Penulis

Bupati Luncurkan Siak TV Yang Dapat Dijangkau di Satelit Telkom 4
Baca Berita

Daerah

Walau Mudik Dilarang, Bandara Radin Inten Tetap ketat Terapkan prokes

Diterbitkan

Pada

Walau Mudik Dilarang, Bandara Radin Inten Tetap ketat Terapkan prokes
Baca Berita
Loading...