Connect with us

Headline

Pandemik Covid-19 Momentum Benahi Sistem Layanan Kesehatan

Diterbitkan

Pada

Pandemik Covid-19 Momentum Benahi Sistem Layanan Kesehatan
Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin (ist/net)

Realitarakyat.com – Pandemik COVID-19, menjadi momentum bagi Pemerintah untuk membenahi sistem pelayanan kesehatan, di antaranya mencakup ketersediaan sumber daya manusia (SDM), kemandirian obat-obatan dan alat kesehatan serta peningkatan riset.

Pernyataan tersebut, disampaikan Wakil Presiden, KH Ma’ruf Amin, dalam sambutan web seminar Ketahanan dan Kemandirian Kesehatan Indonesia, yang diselenggarakan Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia, secara daring, Kamis (25/3/2021).

“Terjadinya pandemik COVID-19 memberikan kita suatu pelajaran berharga mengenai pentingnya memperkuat sistem layanan kesehatan kita, terutama dalam melakukan ‘3T’ yaitu testing, tracing dan treatment,” ujar Wapres.

Pengendalian penularan COVID-19 di Indonesia akan lebih cepat dan mudah ditangani, apabila puskesmas sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama memiliki sarana memadai.

“Upaya ‘3T’ akan lebih mudah dilakukan apabila kita mempunyai layanan FKTP yang memadai sehingga mendukung pengendalian penularan,” katanya.

Selain itu, lanjut Wapres, pandemik juga menyadarkan pentingnya Indonesia menjadi mandiri dalam hal penyediaan tenaga kesehatan, obat-obatan, vaksin, alat kesehatan dan kemampuan riset.

Wapres mengatakan, Indonesia masih menghadapi masalah sebaran tenaga kesehatan yang belum merata, khususnya di daerah tertinggal, terdepan dan terluar.

“Laporan Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2019 menyebutkan jika 19,7 persen puskesmas masih kekurangan dokter dan 65,6 persen puskesmas masih belum memiliki jumlah tenaga preventif dan promotif yang lengkap,” ujarnya.

Sementara terkait obat-obatan dan vaksin, Indonesia masih belum dapat memenuhi ketersediaan bahan baku dari dalam negeri. Wapres menyebutkan sebanyak 90 persen bahan baku obat-obatan masih diimpor.

Hal serupa juga terjadi di bidang penyediaan alat kesehatan, lanjutnya, dengan 94 persen alkes yang beredar di Indonesia merupakan produk impor.

“Sampai saat ini alkes yang diproduksi di dalam negeri masih didominasi oleh produk-produk dasar dengan teknologi sederhana, dengan angka pertumbuhan industri alkes mencapai 12 persen setiap tahunnya,” kata dia.

Oleh karena itu, Wapres berharap seluruh pihak terkait dapat mendukung upaya perbaikan sistem pelayanan kesehatan, sehingga kemandirian dan ketahanan kesehatan di Indonesia dapat terwujud.

“Saya berharap kemampuan ini, juga riset pengembangan alat-alat kesehatan serta obat-obatan, terus ditingkatkan karena hal ini sangat vital bagi upaya kita membangun kemandirian kesehatan,” ujarnya. (ndi)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Politik

Rencana Reshuffle Berhembus, Pengamat Nilai Peluang PAN Masuk Koalisi Menguat

Diterbitkan

Pada

Rencana Reshuffle Berhembus, Pengamat Nilai Peluang PAN Masuk Koalisi Menguat
Baca Berita

Politik

Ketimbang Jadi Menteri, Bos Serikat Buruh Ini Lebih Nyaman Jadi Komisaris BUMN

Diterbitkan

Pada

Ketimbang Jadi Menteri, Bos Serikat Buruh Ini Lebih Nyaman Jadi Komisaris BUMN
Baca Berita

Politik

Kata Arief Poyuono, NasDem dan Gerindra Bakal Usung Anies Baswedan di Pilpres 2024

Diterbitkan

Pada

Kata Arief Poyuono, NasDem dan Gerindra Bakal Usung Anies Baswedan di Pilpres 2024
Baca Berita
Loading...