Connect with us

Nasional

Ombudsman Minta Impor Beras 1 Juta Ton Ditunda

Diterbitkan

Pada

Ombudsman Minta Impor Beras 1 Juta Ton Ditunda

Realitarakyat.com – Ombudsman Republik Indonesia (ORI) meminta Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk melakukan rapat koordinasi terbatas untuk menunda keputusan pelaksanaan impor beras sebanyak 1 juta ton sebagaimana direncanakan sebelumnya.

Anggota ORI Yeka Hendra Fatika mengatakan, ketersediaan stok beras dalam negeri dinilai masih mencukupi sehingga tidak memerlukan impor beras selama beberapa waktu ke depan.

“Ombudsman RI menyatakan meminta Kementerian Perekonomian untuk melaksanakan rakortas menunda keputusan impor beras, bukan menunda pelaksanaan, hingga menunggu perkembangan panen dan pengadaan Perum Bulog paling tidak sampai awal Mei,” kata Yeka dalam konferensi pers melalui daring di Jakarta, Rabu (24/3/2021).

Ombudsman RI menghimpun data dari Badan Pusat Statistik dan juga Kementerian Perdagangan yang menunjukkan bahwa stok beras di dalam negeri masih aman dan mencukupi sehingga tidak memerlukan impor.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, stok beras di gudang Perum Bulog mencapai 883.585 ton dengan rincian 859.877 ton merupakan cadangan beras pemerintah (CBP), dan 23,7 ribu ton beras komersil.

Dari jumlah stok CBP yang ada, terdapat stok beras turun mutu sebanyak 400 ribu ton, yang berasal dari pengadaan dalam negeri di periode 2018-2109 dan importasi pada tahun 2018. Sehingga stok beras yang layak konsumsi kurang dari 500 ribu ton di gudang Bulog. Jumlah tersebut sekitar 20 persen dari kebutuhan beras rata-rata tiap bulan.

Dalam rangka menjaga ketersediaan dan stabilisasi harga beras, Rakortas pada 2018 memutuskan ketersediaan stok beras Perum Bulog pada akhir tahun harus 1 hingga 1,5 juta ton per tahun.

Sedangkan stok beras di tempat lain berdasarkan data Kementerian Perdagangan per Februari 2021 yaitu di penggilingan sekitar 1 juta ton, 6.300 ton di lumbung pangan masyarakat, 36 ribu ton di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) 260,2 ribu ton di Horeka, dan di rumah tangga sebanyak 3,2 juta ton.

“Kalau dijumlahkan total stok sekitar 6 juta ton kurang sedikit,” kata Yeka.

Namun menurut Yeka, ketersediaan stok beras siap pakai di gudang Bulog bisa segera terpenuhi dengan adanya panen raya padi yang sedang berlangsung.

Hasil survei BPS menyebutkan luas panen padi periode Januari-April sebanyak 4,6 juta ha yang diperkirakan akan menghasilkan 25,3 juta ton gabah kering giling dan menjadi beras sebanyak 14,5 juta ton beras. Jumlah ini naik 26,8 persen yaitu 3 juta ton beras dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Yeka menuturkan salah satu indikator kecukupan dan kelangkaan stok beras dapat dilihat dari pasokan beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC). Saat ini pasokan beras di PIBC cenderung berlebih di angka 3.300-3.500 ton per hari yang mengindikasikan sedang terjadinya panen raya padi.

“Normalnya itu pasokan beras PIBC 3.000 ton per hari, kalau sudah 2.000 ton per hari mulai gelisah dan harga naik, kalau 1.000 ton itu sudah terjadi kelangkaan,” kata Yeka.

Dari data-data tersebut Ombudsman menilai saat ini pemerintah Indonesia tidak memerlukan impor beras dalam waktu dekat. Yeka mengatakan Ombudsman mencium ada maladministrasi dalam proses keputusan impor beras sebanyak 1 juta ton.[prs]

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional

Jozeph Paul Zhang Ngaku Sudah Bukan WNI Lagi

Diterbitkan

Pada

Jozeph Paul Zhang Ngaku Sudah Bukan WNI Lagi
Baca Berita

Headline

BNSP Larang Dewan Pers Keluarkan Sertifikasi Wartawan

Diterbitkan

Pada

BNSP Larang Dewan Pers Keluarkan Sertifikasi Wartawan
Baca Berita

Nasional

Shindy Paul Soerjomoelyono Nama Asli dari Penista Agama Jozeph Paul Zhang

Diterbitkan

Pada

Shindy Paul Soerjomoelyono Nama Asli dari Penista Agama Jozeph Paul Zhang
Baca Berita
Loading...