Connect with us

Headline

Muhammadiyah Minta Masyarakat Salat Tarawih di Rumah

Diterbitkan

Pada

Muhammadiyah Minta Masyarakat Salat Tarawih di Rumah

Realitarakyat.com – Pengurus Pusat Muhammadiyah telah menerbitkan surat edaran tuntunan ibadah saat Ramadan dalam kondisi darurat pandemi COVID-19, salah satu poinnya mengatur soal pelaksanaan ibadah salat Tarawih agar dilakukan di rumah masing-masing.

Edaran bernomor 03/EDR/I.0/E/2021 itu ditandatangani oleh Ketua Umum Muhamamdiyah Haedar Nashir dan Sekretaris Umum Muhammadiyah Abdul Mu’ti.

Dalam surat tuntunan tersebut menerangkan shalat fardu maupun shalat tarawih hendaknya dilakukan di rumah masing-masing apabila di lingkungan sekitar tempat tinggalnya ada kasus penularan COVID-19.

Namun apabila di sekitar tempat tinggalnya tidak ada kasus penularan COVID-19, shalat tarawih dapat dilaksanakan di masjid dengan menerapkan protokol kesehatan seperti saf berjarak, menggunakan masker.

Kemudian keterisian masjid hanya 30 persen dari kapasitas, hingga anak-anak atau lansia yang memiliki penyakit komorbid tidak dianjurkan mengikuti kegiatan keagamaan di masjid.

“Hal ini dalam rangka kewaspadaan dan berhati-hati guna menghindari tertular COVID-19,” bunyi surat edaran tersebut seperti dikutip, Senin (29/3/2021).

Begitu pula dengan shalat Idul Fitri. Jika di lingkungan sekitar rumahnya tidak ada kasus penularan maka umat dapat melaksanakannya di lapangan kecil atau tempat terbuka dan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Shalat Idul Fitri bagi masyarakat yang di sekitar tempat tinggalnya ada penularan COVID-19 dalam dilakukan di rumah,” tulisnya.

Selain mengatur tentang tuntunan shalat, Muhammadiyah juga tidak menganjurkan kegiatan buka bersama, sahur bersama, tadarus berjamaah, iktikaf, dan sejenisnya yang melibatkan banyak orang serta berpotensi terjadi penularan.

“Khusus bagi warga Muhammadiyah dengan seluruh institusi yang berada di lingkungan persyarikatan dari pusat sampai ranting hendaknya memedomani tuntunan ini sebagai wujud mengikuti garis kebijakan organisasi,” tulisnya.

Menyinggung soal vaksinasi saat Ramadhan, vaksinasi dengan suntikan boleh dilakukan pada saat berpuasa dan tidak membatalkan ibadah puasanya. Sebab, vaksin yang disuntikkan tidak melalui mulut atau rongga tubuh terbuka dan tidak bersifat zat makanan yang mengenyangkan.

“Adapun yang membatalkan puasa adalah aktivitas makan dan minum, yaitu menelan segala sesuatu melalui mulut hingga masuk ke perut besar, sekalipun rasanya tidak enak dan tidak lezat. Suntik vaksin tidak termasuk makan atau minum,” bunyi edaran tersebut.[prs]

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Headline

Makin Nyeleneh, Jozeph Paul Zhang Tantang Menag Yaqut Debat Soal Agama

Diterbitkan

Pada

Makin Nyeleneh, Jozeph Paul Zhang Tantang Menag Yaqut Debat Soal Agama
Baca Berita

Hukum

Cuma Besar Omong, Ternyata Jozeph Paul Zhang Takut Ditangkap Polisi

Diterbitkan

Pada

Cuma Besar Omong, Ternyata Jozeph Paul Zhang Takut Ditangkap Polisi
Baca Berita

Nasional

Kominfo Janji Buru Konten Jozeph Paul Zhang di Instagram, Twitter Hingga Facebook

Diterbitkan

Pada

Kominfo Janji Buru Konten Jozeph Paul Zhang di Instagram, Twitter Hingga Facebook
Baca Berita
Loading...