Menparekraf Harap TWA Angke Kapuk Jadi Destinasi yang Menyejahterakan Masyarakat

  • Bagikan
Menparekraf Harap TWA Angke Kapuk Jadi Destinasi yang Menyejahterakan Masyarakat
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno berharap Taman Wisata Alam (TWA) Mangrove Angke Kapuk, Jakarta Utara, menjadi destinasi wisata favorit yang mampu mendatangkan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar.

Pria yang akrab disapa Sandi itu juga ingin agar TWA Mangrove Angke Kapuk dapat berkolaborasi dengan pemerintah untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat Indonesia, khususnya Jakarta Utara yang kehilangan pekerjaan akibat pandemi COVID-19.

Sepanjang tahun 2020 lalu, tambah Sandi, ada sekitar 2 juta orang yang kehilangan pekerjaan akibat pandemi COVID-19. Sehingga, pemerintah pun banyak merancang program-program padat karya untuk membuka lapangan pekerjaan bagi warga masyarakat.

Community based creative tourism seperti TWA ini kita padu padankan dengan beberapa program pemerintah. Supaya membuka peluang kerja bagi masyarakat sekarang yang sangat membutuhkan,” kata Sandi dalam siaran pers Kemenparekraf yang diterima wartawan di Jakarta7, Senin (1/3/2021).

Menurut dia, sebagai lokasi yang bertujuan untuk konservasi lingkungan hidup, TWA Mangrove yang sudah ada sejak 1997 ini juga dapat menjadi solusi dalam hal kesejahteraan masyarakat.

“Kita ingin spot-spot seperti ini bisa memberikan salah satu solusi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Jadi bukan hanya dari lingkungan hidup saja yang kita amankan, lestarikan tapi juga kita pastikan ini membuka banyak lapangan kerja,” ujarnya.

Sementara itu Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, Hari Santosa Sungkari menambahkan bahwa perlu ada narasi yang kuat dalam mempromosikan TWA mangrove ini sebagai salah satu destinasi wisata alam.

“Mengingat pascapandemi COVID-19, tren wisata berbasis alam jadi pilihan. Selama ini kelemahan kita adalah tidak menceritakan destinasi wisata. Padahal, dengan menceritakan destinasi wisata tersebut bisa menarik kedatangan wisatawan. Jadi story telling destinasi wisata ini perlu diperkuat,” kata Hari.

Sedangkan, Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf, Muhammad Neil El Himam menuturkan bahwa konten digital juga memiliki peran penting untuk menarik kedatangan wisatawan ke suatu destinasi wisata.

“Promo yang menarik lewat konten digital itu juga produk kreatif, di mana teman-teman yang hadir di sini bisa berkreasi membuat suatu konten yang bagus untuk mempromosikan tempat seperti ini,” ucap Neil. (rsa)

  • Bagikan