Connect with us

Headline

Megawati: Perkembangan Teknologi, Gerus dan Lenyapkan Kebudayaan Lokal

Diterbitkan

Pada

Megawati: Perkembangan Teknologi, Gerus dan Lenyapkan Kebudayaan Lokal
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri (ist/net)

Realitarakyat.com – Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menyatakan, menyatakan kebudayaan Indonesia telah menghadapi tekanan besar akibat globalisasi dan perkembangan teknologi informasi.

Globalisasi dan kemajuan teknologi, katanya, memungkinkan suatu kebudayaan luar, bisa masuk serta diterima secara masif. Khususnya oleh generasi muda negeri Indonesia. Bila terus demikian, Megawati menilai pada gilirannya dapat menggerus serta melenyapkan kebudayaan lokal milik sendiri.

Pernyataan tersebut, disampaikan Megawati saat meresmikan rumah budaya secara daring, di Jakarta, Minggu (28/3/2021) malam.

Menurut Megawati, Indonesia sangat kaya dengan keragaman budaya yang luar biasa. Ada tak kurang dari 300 kelompok etnik, 1.340 suku bangsa, 718 bahasa daerah, serta 9.770 warisan budaya bukan benda. Baik yang berupa tarian, lagu, gambar, patung, pakaian adat, hingga kuliner daerah.

“Jadi, rumah budaya PDIP adalah wujud konsistensi pihaknya dalam melestarikan kebudayaan Indonesia di tengah gempuran budaya asing. Kalau tak dilestarikan dengan segenap kekuatan dari seluruh komponen bangsa, bukan tak mungkin semua itu akan menghilang dan menyebabkan generasi penerus kita nanti berada dalam krisis identitas dan kehilangan ke Indonesiaannya,” kata Megawati.

“Tentu saya katakan, ini bukan berarti menentang globalisasi dan perkembangan teknologi informasi,” ujar Presiden RI kelima tersebut menambahkan.

Menurut dia, prinsip itu sebenarnya sejalan dengan UUD 1945. Di pasal 32, kata Megawati, telah mengamanatkan bahwa “Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya”.

Selain itu, ada juga UU Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan sebagai acuan legal formal pertama untuk mengelola kekayaan budaya di Indonesia.

Hanya saja, Megawati juga mengakui fakta di lapangan menunjukkan terbatasnya sumber daya pengembangan kebudayaan. Karena itulah, Megawati menegaskan kader-kader PDIP harus menjadi pejuang-pejuang yang siap mempertahankan ke-Indonesia-an sebagaimana mimpi dan cita-cita Bung Karno. Artinya, harus berkontribusi secara aktif dan positif dalam melestarikan kebudayaan Nusantara.

Megawati mengatakan Rumah Budaya PDIP harus menjadi rumah bagi setiap kebudayaan di Indonesia, agar setiap orang bisa mengenali dan kemudian mencintai serta mengembangkannya.

“Rumah Budaya PDI Perjuangan mesti menjadi wadah untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pelestarian kebudayaan kita sendiri,” imbuh Megawati.

Megawati juga mengingatkan, bahwa kebudayaan yang dimaksudnya bukan sekedar musik, lagu, maupun tari.

“Jadi bukan semata hiburan, melainkan fondasi bagi karakter serta keberlangsungan bangsa ini ke depan,” tegas Megawati.

Dia berharap, semoga Rumah Budaya PDI Perjuangan bisa menjadi perwujudan lain kecintaan seluruh ‘Kader Banteng’ terhadap Indonesia dan keIndonesiaan. (ndi)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Headline

Wapres Ma’ruf Amin Minta Dokter Terus Bangun Kesadaran Masyarakat Untuk Vaksinasi

Diterbitkan

Pada

Wapres Ma’ruf Amin Minta Dokter Terus Bangun Kesadaran Masyarakat Untuk Vaksinasi
Baca Berita

DPR

Dedi Mulyadi Siap Jadi Relawan Vaksin Nusantara Terawan

Diterbitkan

Pada

Dedi Mulyadi Siap Jadi Relawan Vaksin Nusantara Terawan
Baca Berita

Headline

Tabrak Truk Pengangkut Tanah, Delapan Santri terpaksa Dilarikan Ke RSUD Balaraja

Diterbitkan

Pada

Tabrak Truk Pengangkut Tanah, Delapan Santri terpaksa Dilarikan Ke RSUD Balaraja
Baca Berita
Loading...