Connect with us

Politik

Max Sopacua Sebut Proyek Hambalang Rontokkan Elektabilitas Demokrat

Diterbitkan

Pada

Max Sopacua Sebut Proyek Hambalang Rontokkan Elektabilitas Demokrat
Max Sopacua (ist/net)

Realitarakyat.com – Partai Demokrat (PD) versi Kongres Luar Biasa (KLB) menuding Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) otoritarian dan “keluargais”. Hal ini, dinilai sebagai bencana bagi pembangunan demokrasi di Indonesia.

“Partai yang mengarah kepada tirani, otoritarian dan ‘keluargais’ yang dilakukan SBY dan AHY harus diakhiri. Ini adalah bencana yang luar biasa bagi pembangunan demokrasi pascareformasi di Indonesia,” kata Juru Bicara PD versi KLB Muhammad Rahmad, dalam jumpa pers di lokasi proyek Wisma Atlet Hambalang, Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (25/3/2021).

Menurutnya, melalui KLB di Deli Serdang yang menetapkan Moeldoko sebagai Ketua Umum PD, akan mengembalikan partai berlambang bintang mercy ini menjadi partai yang terbuka, demokratis, modern, dan santun.

“Bapak Moeldoko memiliki komitmen untuk menghapus ketentuan-ketentuan yang memberatkan kader dan memberikan rewards atau penghargaan kepada kader yang berjasa kepada partai,” ujarnya pula.

Politisi Partai Demokrat versi KLB Max Sopacua mengungkap alasan kubunya menggelar jumpa pers di lokasi proyek Wisma Atlet Hambalang, yaitu untuk mengingat kembali masa lalu.

“Kenapa Demokrat KLB ini di Hambalang. Tempat inilah, proyek inilah yang menjadi salah satu bagian yang merontokkan elektabilitas Demokrat ketika peristiwa-peristiwa itu terjadi,” ujar Max saat jumpa pers.

Menurutnya, sejak diusutnya kasus korupsi megaproyek senilai Rp2,5 triliun itu oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), elektabilitas Partai Demokrat terus turun karena menyeret para petinggi PD.

“Hambalang bagian dari sejarah yang menentukan yang menyebabkan Demokrat turun mulai 20,4 persen menjadi 10,2 persen dan 7,3 persen. Itu berturut-turut. Saya adalah pelaku sejarah,” ujarnya pula.

Ia menuding, masih ada beberapa oknum kader Partai Demokrat yang turut menikmati hasil korupsi Wisma Atlet, tapi hingga kini belum diproses hukum.

“Sebagian besar kawan kami yang terlibat sudah menderita, sudah dimasukkan ke tempat yang harus dimasukkan karena kesalahan, tetapi ada yang tidak tersentuh hukum yang juga menikmati hasil dari pembangunan ini, sampai hari ini belum. Mudah-mudahan segera ya,” katanya lagi. (ndi)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Politik

Anies, Cak Imin dan Susi Pudjiastuti Bisa Jadi Jagoan Poros Partai Islam di 2024

Diterbitkan

Pada

Anies, Cak Imin dan Susi Pudjiastuti Bisa Jadi Jagoan Poros Partai Islam di 2024
Baca Berita

Politik

Azis Syamsuddin: Konten Jozeph Paul Zhang Rusak Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Diterbitkan

Pada

Azis Syamsuddin: Konten Jozeph Paul Zhang Rusak Persatuan dan Kesatuan Bangsa
Baca Berita

Politik

Perawat Di Palembang Dianiaya, Legislator Asal Sumsel: Pelaku Mesti Dihukum

Diterbitkan

Pada

Perawat Di Palembang Dianiaya, Legislator Asal Sumsel: Pelaku Mesti Dihukum
Baca Berita
Loading...