Malaysia dan 53 Negara Anggota ‘Commonwealth’ Peringati Hari Persemakmuran

  • Bagikan
Malaysia dan 53 Negara Anggota 'Commonwealth' Peringati Hari Persemakmuran
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Pemerintah Malaysia bersama 53 negara anggota persemakmuran (commonwealth) lainnya memperingati Hari Persemakmuran untuk menjalin kesetaraan dan merayakan sumbangan persemakmuran dalam usaha mewujudkan lingkungan global yang harmonis.

“Sambutan Hari Persemakmuran pada tahun ini adalah istimewa karena bersamaan dengan Hari Wanita Internasional yang turut diperingati pada 8 Maret 2021,” ujar Kementrian Luar Negeri Malaysia dalam pernyataannya di Putrajaya, Senin (8/3/2021).

Kedua-dua peringatan ini memberi peluang khusus kepada kita untuk mengenang sumbangan pemimpin-pemimpin wanita di seluruh persemakmuran yang telah menyumbang kepada pembangunan lestari dan pembangunan masyarakat yang berdaya tahan.

“Pandemik COVID-19 yang melanda dunia telah mengubah kehidupan setiap individu dan organisasi,” katanya.

Wabah COVID-19 masih menjadi tantangan bagi semua negara persemakmuran.

“Malaysia yakin persemakmuran akan dapat menangani wabah ini melalui kerjasama inovatif dan pendekatan baru untuk melindungi kesejahteraan rakyat, terutama golongan yang berisiko tinggi,” katanya.

Tahun ini Pemerintah Republik Rwanda akan menganjurkan Musyawarah Pemimpin-Pemimpin Persemakmuran ke-26 pada Juni 2021 di Kigali dengan tema “Delivering a Common Future: Connecting, Innovating, Transforming”.

“Malaysia berkomitmen untuk bekerjasama dengan negara-negara anggota persemakmuran yang lain dalam memperkukuhkan kerjasama dalam beberapa bidang keutamaan seperti mempromosikan pemerintahan yang baik, menangani dampak sosial dan ekonomi pandemik COVID-19, pembangunan lestari, isu-isu alam sekitar, pemuda, pendidikan dan pemberdayaan wanita,” katanya.

Negara-negara persemakmuran merupakan suatu persatuan secara sukarela yang melibatkan negara-negara berdaulat yang didirikan atau pernah dijajah oleh pihak Inggris (Britania Raya) namun tidak semua anggota mengakui Ratu Britania Raya, Elizabeth II, sebagai kepala negara. (ndi)

  • Bagikan