Connect with us

Politik

Kutuk Aksi Bom Bunuh Diri di Makassar, Farah PAN: Usut Tuntas Supaya Tak Ada Aksi Teror Lagi

Diterbitkan

Pada

Kutuk Aksi Bom Bunuh Diri di Makassar, Farah PAN: Usut Tuntas Supaya Tak Ada Aksi Teror Lagi

Realitarakyat.com – Aksi teror bom bunuh diri yang terjadi di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, menuai banyak kecaman termasuk dari kalangan dewan.

Menurut anggota Komisi I DPR RI, Farah Puteri Nahlia, aksi teror tersebut tidak mencerminkan nilai kemanusiaan. Selain itu, aksi tersebut juga sangat meresahkan untuk masyarakat sekitar.

“Sehubungan dengan ledakan bom di depan Katedral Makassar Sulawesi Selatan, saya mengecam keras aksi teror tersebut dan pemboman itu cermin praktik intoleran,” kata Farah saat dihubungi, Senin (29/03/2021).

Dia juga menyampaikan rasa prihatin yang mendalam kepada korban pemboman di Makassar tersebut. Baginya yang terpenting adalah unsur kemanusiaan menjadi unsur yang paling utama dalam hal ini.

“Saya turut prihatin dan berduka yang mendalam pada para korban. Bukan hanya sekedar berapa korban yang terluka, atau dalam kasus ini ditemukan 15 korban yang dirawat. Lebih utama kita harus memahami bahwa satu nyawa melayang itu adalah harga kehidupan, harga kemanusiaan yang harus diutamakan dan dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Politisi Muda PAN tersebut juga mendorong kepada aparat keamanan untuk melakukan investigasi secara mendalam kepada kasus teror ini. Ia juga menuturkan supaya aparat keamanan untuk mengusut tuntas pihak pelaku teror supaya kasus teror seperti ini tidak terjadi lagi di kemudian hari.

“Aparat keamanan harus usut tuntas kasus ini supaya aksi kekerasan kemanusiaan seperti ini tidak terjadi lagi dan perlu ditindak secara tegas sampai keakar-akarnya,” tuturnya.

Farah menyatakan bila kebhinekaan di Indonesia harus dijunjung tinggi dan nilai-nilai toleransi perlu dirawat untuk menjadi spirit bersama. Selain itu kasus pemboman ini merupakan tindakan yang tidak sesuai dengan spirit kebangsaan karena menimbulkan ketakutan ditengah masyarakat.

“Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi,” imbuhnya.

Menutup pernyataanya, Farah menegaskan bila negara harus hadir dan terus mengayomi kepada masyarakat untuk melawan aksi teror tersebut. Pasalnya, tidak ada ruang tempat untuk pelaku teror yang mengancam keberagaman Indonesia dan Kebhinekaan merupakan harga mati yang tidak bisa ditawar lagi.

“Pada dasarnya, integrasi nasional adalah harga mati kerukunan antar umat beragama,” tutupnya.[prs]

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Politik

MUI: Jozeph Paul Zhang Hina Nabi Muhammad SAW dan Lecehkan Ajaran Islam

Diterbitkan

Pada

MUI: Jozeph Paul Zhang Hina Nabi Muhammad SAW dan Lecehkan Ajaran Islam
Baca Berita

Politik

Kecam Keras, PBNU Minta Polisi Tangkap Jozeph Paul Zhang

Diterbitkan

Pada

Kecam Keras, PBNU Minta Polisi Tangkap Jozeph Paul Zhang
Baca Berita

Headline

Pendaftaran Merek Demokrat Dipertanyakan, Pendiri Demokrat Wisnu HKP : Itu Milik Publik Bukan Milik Pribadi SBY

Diterbitkan

Pada

Pendaftaran Merek Demokrat Dipertanyakan, Pendiri Demokrat Wisnu HKP : Itu Milik Publik Bukan Milik Pribadi SBY
Baca Berita
Loading...