Connect with us

Hukum

KPK Duga Yandri Susanto Dapat Jatah Bansos Covid

Diterbitkan

Pada

KPK Duga Yandri Susanto Dapat Jatah Bansos Covid

Realitarakyat.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto mendapat jatah kuota paket bantuan sosial (bansos) Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek tahun 2020 dari Kementerian Sosial.

Dugaan ini berusaha didalami penyidik KPK lewat pemeriksaan Yandri Susanto pada Selasa (30/3/2021).

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menerangkan, Yandri diperiksa sebagai saksi untuk tersangka eks Menteri Sosial Juliari Peter Batubara. Kata Ali, Yandri diduga mendapat jatah bansos Covid-19 dari anak buah Juliari yang juga tersangka dalam kasus ini, yakni eks Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemensos Adi Wahyono (AW).

“Dikonfirmasi kepada saksi terkait dugaan adanya kuota paket Bansos yang diberikan tersangka AW kepada saksi (Yandri),” terang Ali dalam keterangannya, Selasa (30/3/2021).

Tak hanya itu, kata Ali, penyidik juga mendalami pengetahuan Wakil Ketua Umum PAN itu dalam kasus rasuah pengadaan bansos Covid-19. Terlebih, Yandri memiliki tugas pokok fungsi dari Komisi VIII DPR RI sebagai mitra kerja Kemensos.

“Tentu materi pemeriksaan tidak bisa kami sampaikan detail karena keterangan saksi ini selengkapnya telah tertuang dalam BAP (berita acara pemeriksaan) saksi,” kata Ali.

Ali menjamin materi pemeriksaan akan dibuka seluruhnya saat persidangan. “Tentu seluruh hasil penyidikan ini akan dibuka dalam rangka pembuktian surat dakwaan,” tegasnya.

Diketahui, Yandri Susanto setelah menjalani pemeriksaan penyidik KPK sore ini. Usai diperiksa Yandri tidak memberikan komentar mengenai materi pertanyaan penyidik yang diajukan kepadanya.

“Saya sebagai warga negara yang baik kemarin dapat panggilan oleh KPK jam 2 siang tadi saya sudah hadir sebagai warga negara yang baik memenuhi panggilan,” kata Yandri usai jalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (30/3/2021).

Yandri mengaku dicecar beberapa pertama oleh tim penyidik KPK mengenai kasus suap dalam pengadaan bansos untuk wilayah Jabodetabek tahun 2020. Namun, dirinya tidak menyebut secara spesifik pertanyaan apa saja yang ditanyakan kepadanya.

“Paling tujuh apa delapan (pertanyaan) tadi. Materi yang ditanya ke saya semua udah saya sampaikan ke penyidik. Silakan tanya ke penyidik. Itu materi penyidikan,” tambahnya.

Selain memanggil Yandri, tim penyidik juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap dua orang notaris sebagai saksi, yakni Sahat Simanungkalit dan Prospelany.[prs]

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum

Kompolnas: Pengawasan Internal dan Ketegasan Sanksi Kunci Menurunkan Angka Pelanggaran Anggota Polri

Diterbitkan

Pada

Kompolnas: Pengawasan Internal dan Ketegasan Sanksi Kunci Menurunkan Angka Pelanggaran Anggota Polri
Baca Berita

Hukum

Dubes RI Sebut Jozeph Paul Zhang Sudah Keluar dari Jerman

Diterbitkan

Pada

Dubes RI Sebut Jozeph Paul Zhang Sudah Keluar dari Jerman
Baca Berita

Hukum

ICW Sebut Kasus yang Ditangani KPK pada 2020 Merosot Tajam ke Titik Terendah

Diterbitkan

Pada

ICW Sebut Kasus yang Ditangani KPK pada 2020 Merosot Tajam ke Titik Terendah
Baca Berita
Loading...