Kejati NTT Segera Tuntaskan Kasus Aset Negara di Fatululi

  • Bagikan
Kejati NTT Segera Tuntaskan Kasus Aset Negara di Fatululi
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Kasus dugaan korupsi pengalihan asset berupa tanah di jalan veteran, Kelurahan Fatululi, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang segera dituntaskan tim pemyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT).

Dalam kasus dugaan korupsi tersebut, tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejati NTT, telah memeriksa sejumlah pejabat termasuk anggota DPRD NTT asal Partai Golkar, Jonas Salean.

“Yang jelas bahwa tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati), segera tuntaskan kasus dugaan korupsi pengalihan aset di jalan Veteran, Kelurahan Fatululi, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang,” tegas Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT, Abdul Hakim, S. H ketika dihubungi wartawan, Minggu (07/03/2021) sore.

Menurut Abdul, saat ini tim penyidik Tipidsus Kejati NTT telah mengantongi oknum – oknum yang dianggap layak dan pantas untuk bertanggungjawab dalam kasus dugaan korupsi pengalihan aset di jalan Veteran, Kelurahan Fatululi.

Dilanjutkan Abdul, sesuai jadwal yang ditentukan oleh tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejaksaan Tinggi NTT sekitar dua pekan kedepan kasus tersebut telah dituntaskan.

“Kemungkinan besar dua pekan (dua minggu) dari sekarang kasus itu sudah diselesaikan oleh tim penyidik Tipidsus Kejati NTT,” terang Abdul.

Ditambahkan Abdul, dalam kasus dugaan korupsi itu, tim penyidik Tipidsus Kejati NTT telah memeriksa Jonas Salean sebanyak dua kali setelah kasus dugaan korupsi tersebut ditingkatkan dari penyelidikan (Lid) menjadi penyidikan (Dik).

Abdul Hakim kembali menegaskan bahwa kasus dugaan korupsi pengalihan aset berupa tanah di Jalan Veteran telah ditingkatkan statusnya dari Penyelidikan (Lid) menjadi penyidikan (Dik) oleh tim penyidik Tipidsus Kejati NTT.

Menurut Abdul, kasus tersebut ditingkatkan statusnya dari penyelidikan (Lid) menjadi penyidikan (Dik), setelah tim penyidik Tipidsus Kejati NTT menemukan unsur perbuatan melawan hukum yang merugikan keuangan negara.

“Saat ini kasusnya sudah berstatus penyidikan (Dik) dari sebelumnya itu penyelidikan (Lid). Dinaikan statusnya ke penyidikan karena penyidik Tipidsus Kejati NTT menemukan unsur perbuatan melawan hukum yang merugikan keuangan negara,” tegas Abdul.(rey)

  • Bagikan