Kejagung Klaim Penyidikan Perkara Pelindo II Sudah Rampung

  • Bagikan
kejagung
Kantor Kejagung/Net
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Kejaksaan Agung (Kejagung) menyatakan penyidikan terhadap perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam kasus PT Pelindo II (Persero) telah rampung. Namun demikian, belum terdapat tersangka dalam perkara ini.

Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung muda Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah mengatakan pihaknya bakal menggelar ekspose atau gelar perkara untuk menentukan kelanjutan penanganan kasus tersebut.

“Sementara ini penyidikan kami anggap selesai, tinggal ada petunjuk di ekspose itu untuk penelitian beberapa dokumen,” kata Febrie dalam keterangannya, Sabtu (20/3/2021).

Febrie memastikan pihaknya akan segera memutuskan kelanjutan perkara tersebut. Nantinya Jampidsus Ali Mukartono yang akan menentukan sendiri penanganan perkara itu.

Apabila ditemukan cukup bukti dan dapat menjerat tersangka, maka pihaknya akan melakukan hal tersebut. Kebalikannya, apabila tidak ada cukup bukti maka penyidik bakal menutup kasus korupsi itu.

“Yang jelas, ini tidak akan kami buat berlarut-larut penanganannya. Jadi semua dalam batas waktu, SOP,” tambah Febrie lagi.

Sebagai informasi, Kejagung mulai mengendus perkara dugaan korupsi ini saat meneliti proses perpanjangan kerja sama pengoperasian dan pengelolaan pelabuhan oleh PT Pelindo II dengan PT Jakarta Internasional Container Terminal (JICT).

Penyidik kemudian melakukan pemeriksaan untuk mengumpulkan bukti-bukti sehingga peristiwa pidana dalam kasus tersebut dapat menjadi terang.

Kejaksaan pun sempat memeriksa Direktur Utama PT Pelindo II (Persero) Richard Joost Lino beberapa kali pada akhir tahun lalu.

Dalam kasus ini, Kejagung menduga terdapat proses melanggar hukum dalam perpanjangan sewa dermaga yang dikelola oleh perusahaan pelat merah itu pada lima tahun silam.

Penyidikan dugaan korupsi sewa dermaga Pelindo II ini termaktub dalam Surat Perintah Penyidikan Nomor: Print-54/F.2/Fd.1/09/2020. KorpsAdhyaksa tengah membidik tersangka dalam penyidikan kasus tersebut.

Sebelum Kejagung, Bareskrim Polri dan KPK juga telah mengusut dugaan korupsi di PT Pelindo II. Bareskrim mengusut dugaan korupsi dalam pengadaan mobile crane. Dalam perkara ini, mantan Manajer Senior Peralatan Pelindo II Haryadi Budi Kuncoro telah divonis bersalah.

Sementara itu, KPK mengusut dugaan korupsi pengadaan tiga unit Quay Container Crane (QCC) yang menyeret mantan Dirut Pelindo II, RJ Lino. Bekas petinggi perusahaan pelat merah itu ditetapkan tersangka sejak Desember 2015.[prs]

  • Bagikan