Kasus Korupsi DAK, Kejati Sulbar Selamatkan Rp1,4 Miliar Uang Negara

  • Bagikan
Kasus Korupsi DAK, Kejati Sulbar Selamatkan Rp1,4 Miliar Uang Negara
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat (Kejati Sulbar), berhasil menyelamatkan uang negara sebesar Rp1,4 miliar.

Uang negara sebesar Rp1,4 miliar yang diselamatkan ini, merupakan kerugian keuangan negara yang terjadi dalam kasus dugaan korupsi kasus pemotongan DAK 2020 SMA di Provinsi Sulbar.

Demikian diungkapkan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Barat, Johny Manurung, S. H, M. H kepada wartawan, Rabu (31/3/2021) malam.

Disebutkan mantan Wakajati NTT ini, dalam kasus dugaan korupsi DAK ini, Kejati Sulbar telah menetapkan dan menahan tiga tersangka yakni BB, BE dan AD.

“Tiga tersangka korupsi dana DAK, tidak lama lagi akan menjalani persidangan perdana di Pengadilan Tipikor Mamuju,” ujar Johny.

Dilanjutkan Johny, barang bukti berupa uang senilai Rp1,4 Miliar akan dijadikan sebagai barang bukti di persidangan Tipikor. Dan, uang senilai Rp1,4 miliar itu merupakan hasil pemotongan 3 persen yang diduga dilakukan oleh masing – masing tersangka yakni BB, BE dan AD.

Ditambahlan Johny, sesuai rencananya tim penyidik Tipidsus Kejati Sulbar akan melakukan tahap II untuk dua tersangka yakni BB dan AD ke tangan jaksa penuntut umum (JPU).

Untuk diketahui, ketiga tersangka dalam kasus korupsi tersebut yakni BB selaku Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Menengah Atas ( PSMA ) dan juga selaku Penanggung Jawab Tim Koordinasi dan Monitoring Dana Alokasi Khusus ( DAK ) Fisik Bidang PSMA tahun 2020. Diketahui bersama – sama tersangka AD dan BE.

Diduga melakukan perbuatan permintaan sebesar 3% kepada 82 Kepala Sekolah penerima DAK Fisik tahun 2020 dari jumlah anggaran yang diterima oleh 82 kepala sekolah se – Provinsi Sulawesi Barat.

Dan hali ini, ketiganya bertentangan dengan Peraturan Presiden nomor: 88 tahun 2019; Peraturan Menteri Keuangan nomor 130/ PMK.07/ 2019 dan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 11 tahun 2020. Permintaan uang sebesar 20 persen dari 3 persen yang diterima para fasilitator untuk kepentingan pribadi Tersangka bersama BE dengan AD dengan alasan untuk biaya Jasa Pembuatan dokumen perencanaan berupa gambar kerja dan Rencana Anggaran Biaya (RAB).(rey)

  • Bagikan