Connect with us

Daerah

Kantongi Tersangka, Jaksa Agendakan Pemeriksaan Jonas Salean

Diterbitkan

Pada

Kantongi Tersangka, Jaksa Agendakan Pemeriksaan Jonas Salean

Realitarakyat.com – Kasus dugaan korupsi pengalihan aset negara di jalan Veteran, Kelurahan Fatululi, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, kini telah ditingkatkan statusnya dari Penyelidikan (Lid) menjadi Penyidikan (Dik).

Status kasus dugaan korupsi tersebut ditingkatkan dari penyelidikan (Lid) menjadi penyidikan (Dik), karena tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT menemukan unsur perbuatan melawan hukum yang merugikan keuangan negara.

Demikian diungkapkan Kasi Penkum dan Humas Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT, Abdul Hakim, S. H kepada wartawan, Selasa (30/03/2021) siang.

Dijelaskan Kasi Penkum, untuk menuntaskan kasus dugaan korupsi tersebut, tim penyidik Tipidsus Kejati NTT bakal menjadwalkan kembali oknum – oknum yang pernah dipanggil untuk diperiksa lagi.

“Untuk tuntaskan kasus itu, penyidik akan panggil lagi orang – orang yang pernah diperiksa untuk kembali diperiksa lagi termasuk mantan Wali Kota Kupang, Jonas Salean,” kata Abdul.

Dilanjutkan Abdul, namun sebelum dipanggil untuk dilakukan pemeriksaan, penyidik Tipidsus Kejati NTT akan melihat kembali peran  masing – masing saksi yang akan dipanggil.

“Jika penyidik merasa bahwa orang – orang itu perlu diambil keterangannya maka akan dipanggil lagi tapi kalau tidak ya tidak dipanggil termasuk Jonas Salean, ” sebut Abdul.

Ditegaskan Abdul, saat ini tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipudsus) Kejati NTT, telah mengantongi sejumlah nama oknum – oknum yang dianggap paling bertanggung jawab untuk dijadikan sebagai tersangka.

Namun, lanjutnya, untuk mencapai titik pada penetapan tersangka, tim penyidik Tipidsus Kejati NTT akan menggelar ekspose dihadapan Kajati NTT, Dr. Yulianto, S. H, M. H, untuk menentukan siapa – siapa yang dianggap paling bertanggung jawab dalam kasus ini.

“Sebelum tetapkan tersangka, penyidik Tipidsus Kejati NTT lakukan ekspose dulu dihadapan pimpinan. Tujuan eksposenya adalah untuk menentukan siapa – siapa yang paling bertanggung jawab dalam kasus itu,” ujar Abdul Hakim.

Menyoal soal kerugian keuangan negara dalam kasus itu, Abdul Hakim menjelaskan bahwa saat ini tim penyidik Tipidsus Kejati NTT telah meminta ahli untuk menghitung kerugian yang terjadi dalam kasus itu.(rey)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Daerah

Awal Ramadhan Hingga tanggal 19 April Mendatang, ASN Pemkab OKU Bekerja dari Rumah

Diterbitkan

Pada

Penulis

Awal Ramadhan Hingga tanggal 19 April Mendatang, ASN Pemkab OKU Bekerja dari Rumah
Baca Berita

Daerah

Bupati Luncurkan Siak TV Yang Dapat Dijangkau di Satelit Telkom 4

Diterbitkan

Pada

Penulis

Bupati Luncurkan Siak TV Yang Dapat Dijangkau di Satelit Telkom 4
Baca Berita

Daerah

Walau Mudik Dilarang, Bandara Radin Inten Tetap ketat Terapkan prokes

Diterbitkan

Pada

Walau Mudik Dilarang, Bandara Radin Inten Tetap ketat Terapkan prokes
Baca Berita
Loading...