Jangan salahkan Moeldoko Karena dia Tak Punya Niat Masuk Demokrat, Jhoni Allen: Kami yang Pinang

  • Bagikan
banding
Jhoni Allen Marbun/Net
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Sejumlah kader yang dipecat DPP Partai Demokrat menyelenggarakan Kongres Luar Biasa (KLB) di Sumatera Utara dengan keputusan mengangkat Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Moeldoko sebagai ketua umum.

Salah satu tokoh di balik KLB tersebut yaitu Jhoni Allen Marbun yang masih terdaftar sebagai anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat.

Jhoni Allen menjelaskan alasan dipilihnya Moeldoko sebagai Ketum Partai Demokrat dalam KLB karena melihat adanya krisis kepemimpinan di Partai Demokrat.
Menurutnya Moeldoko sebelumnya tak pernah memiliki niat masuk ke Demokrat.

“Saya perlu menjelaskan tentang opini yang berkembang di mana Bapak Jenderal Doktor Moeldoko menjadi Ketum Partai Demokrat hasil KLB 2021. Bahwa bapak Moeldoko tidak pernah berkeinginan masuk kepada Partai Demokrat, namun kami beberapa senior Partai Demokrat melihat adanya krisis kepemimpinan dan krisis demokrasi di tubuh Partai Demokrat. Kami yang meminang bapak Moeldoko untuk mau bergabung dengan Partai Demokrat,” kata Jhoni di Jakarta, Selasa (9/3/2021).

Oleh karena itu, sambung Jhoni, pihaknya melakukan KLB secara konstitusional melalui tahapan-tahapan tata beracara Kongres Partai Demokrat sekaligus membatalkan struktur Majelis Tinggi yang mengamputasi demokrasi di Demokrat.

“(Semua keputusan) Ini harus atas persetujuan Majelis Tinggi. Itu bertentangan dengan UU Partai Politik Pasal 5 ayat 2,” kata politikus Senayan itu.

Jhoni pun mengklaim KLB yang diselenggarakan di Deli Serdang konstitusional dan pemilihan Moeldoko menjadi Ketua Umum juga menjadi keputusan sah karena dilalui oleh mekanisme serta aturan yang semestinya.

“Ada proses pencalonan di mana ada dua nama yang muncul, yaitu Moeldoko dan Marzuki Alie, pada voting selanjutnya suara Moeldoko melebihi Marzuki Alie. Karena itu kehadiran Pak Moeldoko menjadi Ketum Partai Demokrat,” ujar Jhoni.(ilm)

  • Bagikan