Connect with us

Hukum

Ini Alasan Habib Rizieq Ngotot Tolak Sidang Online

Diterbitkan

Pada

Ini Alasan Habib Rizieq Ngotot Tolak Sidang Online

Realitarakyat.com – Sejak sidang perdana beragenda pembacaan dakwaan, terdakwa Habib Rizieq Shihab (HRS) menolak sidang secara virtual. Dia bahkan melakukan walkout. Pada sidang pembacaan eksespsi secara online hari ini, Selasa (23/3/2021), HRS juga menolak.

Karena itu Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur mengabulkan permohonan HRS untuk menggelar sidang secara fisik. Namun demikian, majelis hakim minta jaminan dari HRS agar berjanji mematuhi protokol kesehatan dan tidak menimbulkan kerumuman pada saat sidang.

Majelis hakim pun memutuskan sidang pembacaan eksepsi ditunda hingga Jumat mendatang. Keputusan ini ditetapkan oleh Hakim Ketua Suparman Nyompa dalam penetapan nomor 221/Pidsus/2021.

Kendati demikian, Ketua Majelis menegaskan bahwa akan dilakukan evaluasi. Jika terbukti terjadi pelanggaran protokol kesehatan atau terjadi kerumumnan, maka akan dibuat keputusan baru.

Sebelum Majelis Hakim memutuskan sidang offline, HRS menolak untuk membacakan eksepsi saat dipersilakan oleh majelis hakim. Padahal agenda sidang hari ini yaitu pembacaan eksepsi atau nota keberatan oleh terdakwa.

“Mohon maaf majelis hakim yang mulia, sebagaimana yang sudah sampaikan di awal persidangan. Saya hanya akan membaca Eksepsi saya pada sidang offline. Kalau permohonan sidang offline dikabulkan, saya mohon izin, saya diberikan kesempatan untuk membacakan eksepsi saya,” kata Rizieq saat menolak membacakan eksepsinya.

Terdakwa kemudian memaparkan alasannya mengapa ia hanya ingin mengikuti proses persidangan secara offline. “Bukan maksud saya untuk memperlambat persidangan ini saya hanya ingin menandaskan kembali bahwa saya dengan tegas menolak sidang online karena, yang pertama saya sebagai pada KUHAP sebagai undang-undang yang jauh lebih tinggi daripada PERMA (Peraturan Mahkamah Agung),” kata Rizieq.

Alasan kedua kata Rizieq yaitu mengenai masalah teknis. Meskipun saat ini sinyal sedang baik, tidak ada gangguan teknis seperti sidang dakwaan pada pekan lalu, namun dia tetap bersikeras tidak mau membacakan eksepsinya. Karena kata dia, tetap ada potensi sinyal terputus.

“Walaupun saat ini online sedang bagus sinyalnya, alhamdulillah tapi tidak ada jaminan sinyal itu akan bagus terus. Jadi saya tidak mau mempertaruhkan nasib saya dalam sidang ini kepada sinyal yang berpotensi putus setiap saat,” ucapnya.

Alasan lainnya, yaitu Rizieq merasa bahwa persidangan kali ini sangatlah serius karena terkait 3 perkara sekaligus. Menurutnya, dia tidak bisa membela dirinya dengan maksimal jika sidang dilakukan secara online.

“Saya menghadapi 3 sidang dengan 11 dakwaan dan 18 pasal berlapis. Ada pasal yang ancamannya 6 tahun penjara ada pasal yang ancamannya 10 tahun penjara. Bagi saya Ini masalah yang sangat serius,” ujarnya.

“Saya harus all out dan super maksimal di dalam membela diri. Saya mau berhadapan langsung dengan jaksa penuntut umum karena ini menyangkut tuduhan yang sangat serius sekali,” kata mantan pimpinan FPI itu.

Alasan terakhir yang dikatakan Rizieq yaitu karena dia merasa bahwa perkara yang menimpanya itu bukanlah perkara kecil, dampak dari pelanggaran protokol kesehatan saja. Dia merasa dirinya sangat terintimidasi dari ketiga perkara yang menjeratnya itu.

“Masalah yang saya hadapi ini telah menyebabkan menyebabkan 6 pengawal saya dibunuh dengan keji dan kejam. saya mengalami tekanan-tekanan yang luar biasa. Organisasi dibubarkan, keluarga saya ATM-nya semua dibekukan,” kata Rizieq.

“Memang kelihatannya masalah sederhana karena prokes, tapi yang saya alami faktanya adalah kami diteror, dikejar, ditembaki, pengawal saya dibunuh dengan sadis dan kejam,” ujarnya.

Di akhir perkataannya, Rizieq meyakini bahwa ketiga perkara tersebut telah dipolitisasi dan terlalu didramatisir.

“Ini masalah serius dan besar sekali. Masalah ini didramatisir dan politisasi,” ucapnya.[prs]

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum

Densus 88 Tangkap 31 Terduga Teroris Usai Aksi Bom di Makassar

Diterbitkan

Pada

Densus 88 Tangkap 31 Terduga Teroris Usai Aksi Bom di Makassar
Baca Berita

Hukum

KPK Geledah Kantor Kontraktor Penyuap Nurdin Abdullah

Diterbitkan

Pada

KPK Geledah Kantor Kontraktor Penyuap Nurdin Abdullah
Baca Berita

Hukum

Kasus Suap Pengadaan Bansos, Mantan Mensos Juliari Batubara Segera Disidang

Diterbitkan

Pada

Penulis

Kasus Suap Pengadaan Bansos, Mantan Mensos Juliari Batubara Segera Disidang
Mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara (ist/net)
Baca Berita
Loading...